PENGGANTI: Kuncoro saat menjadi pelatih interim Arema FC di Liga 1 musim 2024/2025 lalu. Ketika itu Arema berkandang di Stadion Gelora Soepriadi di Kota Blitar. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Kick off putaran kedua Super League musim 2025/2026, tinggal menyisakan hitungan hari. Pekan ke-18 atau laga perdana Arema, berlangsung pada Senin (26/1/2026) mendatang, dijamu Dewa United.
Hingga dua minggu sebelum kembali ke lapangan, jalan terjal sudah tersaji di depan. Ketika perburuan pemain belum lagi menemukan nama baru, Arema FC justru harus kehilangan pemain andalan.
Luiz Gustavo, bek tengah asal Brasil, yang tak tergantikan sepanjang putaran pertama berlangsung, tiba-tiba harus meninggalkan tim. Dokter memvonis cedera ACL, hingga menyebabkannya mengakhiri kompetisi lebih cepat.
Bagi skuadra Singo Edan, bahkan lebih tragis lagi. Tim ini ditinggal berpulang sang asisten pelatih, Kuncoro. Di saat tim membutuhkan suntikan movitasi dari sosok pelatih asli Malang.
Terlebih-lebih selama ini, lewat tangan dingin Kuncoro, ciri khas Malangan tetap terjaga dalam permainan Arema. Tidak peduli siapapun yang menjadi head coach.
Paling tidak, Kuncoro sudah menjadi asisten bagi 17 pelatih yang pernah membesut Arema FC, sejak bergabung pada 1 November 2011. Bahkan tiga kali asisten pelatih 52 tahun itu, menjadi pelatih interim. Termasuk menjadi pelatih fisik.
Di musim pertamanya bersama Arema, yakni di Liga 1 musim 2011/2012, Kuncoro sudah merasakan diskusi menyusun strategi bermain, bersama pelatih Wolfgang Pikal, Joko Susilo dan Suharno.
Hingga sebelum berpulang pada Minggu (18/1/2026) kemarin, Kuncoro sudah mendampingi Marcos Santos dalam 17 kali pertandingan.
“Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini (Minggu, Red.), Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama. Tepat di momen 100 tahun stadion ini.”
“Beliau berpulang saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan.”
“Dedikasi Cak Kun terhadap Arema, benar-benar tak tergantikan. Kami amat sangat merasa kehilangan sosok Abah bagi pemain-pemain Arema lainnya,” kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Kepergian Kuncoro, menjadi pukulan telak kedua berturutan. Setelah sehari sebelumnya, Sabtu (17/1/2026), Arema mengumumkan kepergian Luiz Gustavo, untuk berobat ke Brasil. Guna menyembuhkan cedera robekan pada ligamen Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Padahal sepanjang putaran pertama, Luiz Gustavo menjadi satu-satunya pemain Arema yang tak tergantikan. Selalu tampil sepanjang laga pada 17 pertandingan beruntun.
Tetapi cedera yang didapatkan di pekan ke-17, ketika menang 2-1 atas Persik Kediri, memaksa pemain 32 tahun itu harus mundur dari aktivitas sepak bola.
“Setelah kami berdiskusi intensif dengan konsultan ortopedi dan tim medis. Serta menjelaskan kondisinya kepada pemain, Luiz sepakat untuk memilih opsi operasi segera.”
“Tujuannya jelas, agar struktur lututnya bisa pulih sempurna dan ia dapat bermain lebih optimal di masa depan.”
“Tentu ini berat bagi kami di manajemen, pelatih dan Aremania. Namun, demi kesembuhan dan karir pemain ke depannya, klub harus rela dan menyetujui opsi jalan operasi bagi Luiz. Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan masa depannya,” ungkap Inal, sapaan akrab General Manager Arema FC.
Jelas kehilangan pemain bernama lengkap Luiz Gustavo Tavares Conde, mengubah skenario pembenahan lini belakang Arema. Karena dari seluruh pemain belakang yang dimiliki Arema, Luiz menjadi satu-satunya pemain yang aman dari pencoretan.
Saat ini, Arema harus kembali memutar otak, untuk mencari pengganti Luiz Gustavo. Apalagi Arema sebelumnya sudah melepas tiga pemain asingnya. Mereka adalah Paulinho Mocellin, Yann Motta dan Ian Lucas Puleio Araya. (Ra Indrata)




