MALANG POST – Libur panjang peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kembali berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas di Kota Batu. Sejak Jumat (16/1/2026), volume kendaraan yang masuk ke kota wisata ini mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu, terjadi peningkatan arus lalu lintas sekitar 20–30 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan itu didominasi kendaraan pribadi dari luar daerah yang hendak berwisata.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim mengatakan, lonjakan kendaraan sudah terpantau sejak hari pertama long weekend. Pemantauan dilakukan melalui kamera CCTV serta laporan langsung petugas di lapangan.
“Dari pantauan CCTV dan rekan-rekan di lapangan, memang ada peningkatan jumlah kendaraan dibanding hari biasa. Kenaikannya sekitar 20 sampai 30 persen,” kata Kevin, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, puncak arus kendaraan pada hari pertama libur panjang terjadi di jalur masuk Kota Batu dari exit Tol Singosari. Kepadatan terpantau cukup tinggi pada rentang waktu pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Mengantisipasi kepadatan tersebut, Satlantas Polres Batu telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot. Penempatan petugas difokuskan pada simpul-simpul lalu lintas yang berdekatan dengan kawasan wisata, pusat kuliner, hingga sentra oleh-oleh.
“Anggota sudah kami sebar di titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan. Mulai dari tempat wisata, tempat makan, sampai pusat oleh-oleh,” jelasnya.

RAMAI LANCAR: Arus kendaraan di Kota Batu selama libur panjang Isra’ Mi’raj mengalami kenaikan sebanyak 30 persen, meski begitu kondisinya masih ramai lancar. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Beberapa titik yang menjadi perhatian utama antara lain simpang empat Arhanud, simpang tiga Pendem, kawasan wisata Santera di Pujon, serta area Alun-alun Kota Batu dan Jalan Diponegoro yang rawan padat pada sore hingga malam hari.
Untuk mengurai kepadatan, Polisi menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Di simpang empat Arhanud, misalnya, diterapkan sistem lampu flashing serta pemasangan water barrier di median jalan guna menghindari crossing kendaraan.
Sementara di simpang tiga Pendem, prioritas diberikan bagi kendaraan yang mengarah masuk ke Kota Batu pada siang hari. Sebaliknya, pada sore hingga malam, prioritas arus diberikan bagi kendaraan yang keluar dari Kota Batu.
“Kami juga mengaktifkan jalur alternatif di kawasan Wukir untuk membantu mengurai kepadatan,” imbuh Kevin.
Tak hanya itu, skema contraflow hingga one way system juga telah disiapkan. Skema tersebut akan diberlakukan apabila kecepatan kendaraan dari simpang tiga Pendem hingga Jalan Dewi Sartika turun di bawah 5 kilometer per jam.
“Kalau kecepatan sudah di bawah 5 kilometer per jam, artinya dari simpang tiga Pendem sampai Jalan Dewi Sartika bisa ditempuh hingga satu jam. Dari indikator itu, pertama akan kami lakukan contraflow. Jika belum efektif, akan dilanjutkan dengan one way system sesuai arahan pimpinan,” terangnya.
Satlantas Polres Batu memprediksi puncak peningkatan arus kendaraan terjadi pada Jumat dan Sabtu. Hal ini seiring dimulainya libur panjang sejak Jumat, sehingga wisatawan diperkirakan mulai berdatangan pada dua hari tersebut.
“Mayoritas kendaraan yang masuk adalah kendaraan pribadi dari luar kota. Tujuan utamanya kawasan wisata, seperti Jatim Park Group, Santera, Selecta, hingga destinasi wisata alam lainnya,” pungkas Kevin. (Ananto Wibowo)




