SIDAK: Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak didampingi Wawali, Ali Muthohirin, menyaksikan keberadaan bak kontrol pada drainase di Jalan Soekarno – Hatta. (Foto : Iwan Irawan/Malang Post)
MALANG POST – Pembangunan drainase di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Lowokwaru, Kota Malang, ditargetkan rampung akhir tahun 2025. Nyatanya hingga kemarin belum juga tuntas. Bisa dipastikan bakal molor dari rencana semula.
Adanya keterlambatan penyelesaian pengerjaan, sudah pasti ada sanksi denda. Kali ini target harus tuntas sebelum akhir Januari 2026. Karena tinggal finishing agar pengerjaan lebih cermat lagi.
“Jadi kalau bisa laporan-laporan yang masuk ke saya, jangan yang manis-manis saja. Jeleknya pun mesti dilaporin juga, agar kami bisa menyikapinya.”
“Era sekarang ini, publik ikut melakukan kontrol. Entah itu hal baik atau negatif. Laporan masyarakat terus kami terima dan tidak berhenti begitu saja. Siapa tahu lainnya juga bermasalah,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, usai meninjau pengerjaan pembangunan saluran drainase di Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (13/1/2026).
Suami dari Arumi Bachsin ini mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat, seputar pengerjaan saluran drainase yang molor. Terutama dari sisi perbaikan atau pembenahan yang dinilai kurang optimal.
Kondisi tersebut, kata Emil, akan menjadi catatan bagi Pemprov Jatim sebagai pelaksana. Karena soal kekurangan atau untuk penyempurnaan dan lainnya, menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas PU SDA Pemprov Jatim.
“Setelah selesai, nanti ada masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan. Jangan sampai meninggalkan masalah baru.”
“Proyek drainase di Soekarno-Hatta ini, harapan kami bisa menanggulangi permasalahan banjir di sebagian kawasan di Kota Malang. Nantinya akan kita integrasikan dengan masterplan penanganan banjir dari lokal sini,” imbuhnya.

WAWANCARA: Wagub Jatim, Emil Dardak didampingi Wawali Kota Malang, Ali Muthohirin, saat menyapa salah seorang pedagang kelontong di kawasan pembangunan drainase Suhat, Selasa (13/1/2026). (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
Di lokasi peninjauan, Wagub yang didampingi Wawali Kota Malang, Ali Muthohirin, berharap kepada masyarakat sekitar, untuk bisa ikut menjaga fasilitas yang disediakan pemerintah. Termasuk adanya larangan penempatan banner atau baliho serta parkir sembarangan.
“Kami mengimbau semua pihak bisa mentaati aturan yang sudah ada. Apalagi di atas pedestrian ini akan difungsikan menjadi jalan umum.”
“Ketika ada yang tidak sesuai dengan pemanfaatannya, akan kita tertibkan. Kami instruksikan Camat dan Satpol PP, untuk senantiasa mobilitas pemantauan,” sebutnya.
Emil juga meminta kepada pedagang atau masyarakat di dekat kawasan pembangunan drainase, juga ikut menata kawasan pedestrian menjadi lebih baik lagi.
Apalagi Gubernur Jawa Timur, tambahnya, ingin menjadikan Kota Malang -selain Kota Surabaya- bagian dari aglomerasi Kota Metropolis.
“Ke depannya akan kita kelola secara benar. Termasuk mencetak SDM lebih berkualitas dan berprestasi. Goal-nya bisa menjadi kota percontohan bagi lainnya,” tegas Emil. (Iwan Irawan/Ra Indrata)




