MALANG POST – Revitalisasi trotoar di Kota Batu tak lagi semata soal merapikan jalur pedestrian. Pemerintah kota mulai memberi sentuhan estetika untuk memperkuat wajah kawasan perkotaan, salah satunya dengan pemasangan lampu hias di sejumlah ruas jalan utama.
Pemasangan lampu hias mulai terlihat di sepanjang Jalan Sultan Agung sejak awal Januari lalu. Deretan tiang lampu berwarna hitam tampak berjajar rapi mengikuti jalur pedestrian yang baru saja dirampungkan. Pekerjaan tersebut dilakukan bersamaan dengan tahap akhir revitalisasi trotoar, mulai dari pemasangan concrete hingga stamped concrete.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat menjelaskan, bahwa pemasangan lampu hias tidak hanya difokuskan di satu ruas jalan. Seluruh kawasan yang masuk dalam program revitalisasi trotoar dipastikan mendapat fasilitas pencahayaan serupa.
“Selain Jalan Sultan Agung, lampu hias juga dipasang di Jalan Agus Salim, Jalan Brantas, Jalan Dewi Sartika, Jalan Ir Soekarno (depan SMPN 3 Kota Batu) dan beberapa ruas lain yang direvitalisasi,” ujar Alfi, Selasa (13/1/2026).
Secara teknis, jarak antar tiang lampu diatur sekitar 10 meter. Pengaturan tersebut dirancang untuk memastikan pencahayaan merata di sepanjang trotoar tanpa menimbulkan silau bagi pengguna jalan. Menurut Alfi, desain dan penempatan lampu telah disesuaikan dengan konsep penataan pedestrian yang aman dan nyaman.

MAKIN CANTIK: DPUPR Kota Batu memperkuat wajah Kota Batu sebagai Kota Wisata dengan menambah lampu tematik di trotoar yang selesai di revitalisasi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Pencahayaan ini kami rancang agar fungsional, tidak menyilaukan, tapi tetap memberi nilai estetika,” katanya.
Alfi menyebut pemasangan dilakukan menyeluruh di setiap titik revitalisasi, meski pihaknya belum merinci jumlah pasti unit lampu yang dipasang. Prinsipnya, seluruh ruas yang ditata akan dilengkapi pencahayaan sebagai bagian dari satu kesatuan konsep penataan kota.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa lampu hias bukan sekadar pelengkap infrastruktur. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi pejalan kaki, terutama pada malam hari, sekaligus mempercantik tampilan kawasan perkotaan.
“Ini bagian dari upaya menata wajah Kota Batu. Selain nyaman dan aman, kami ingin jalur pedestrian juga punya nilai visual yang mendukung citra Kota Batu sebagai kota wisata,” jelasnya.
Dengan penataan trotoar yang lebih rapi dan pencahayaan yang tertata, pihaknya berharap ruang publik di pusat kota semakin ramah bagi pejalan kaki. Tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga memberi pengalaman visual yang lebih baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, terutama saat malam hari. (Ananto Wibowo)




