MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yuliarto, Ph.D., pada Selasa (13/1/2026).
Kedatangan Prof Brian tentu disambut secara resmi oleh jajaran pimpinan UM di ruang Rektor, sebagai bagian dari rangkaian pertemuan evaluasi dan kebijakan.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Brian menekankan pentingnya transformasi kampus menjadi pusat perubahan sosial dan ekonomi.
“Kampus harus mampu berfungsi sebagai katalis perubahan di tengah dinamika kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan kesadaran peran strategis tersebut, UM perlu mengintensifkan benchmarking dengan perguruan tinggi luar negeri agar lulusan memiliki daya saing global yang lebih kuat.
Beberapa arahan strategis disampaikan Mendiktisaintek, antara lain: Peningkatan daya saing bahasa asing melalui penguatan pusat bahasa dan program kemahiran berbahasa.
Penguatan pembinaan dan pendidikan sumber daya manusia, mulai dari kurikulum hingga program pengembangan kemampuan kerja.
Pengembangan hilirisasi riset dan teknologi untuk menghasilkan dampak ekonomi nyata di tingkat lokal maupun nasional.
Prof Brian juga mencontohkan perlunya kampus PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) menjadi pusat pemikiran dan inovasi yang mampu menghasilkan ide-ide terapan bagi kemajuan bangsa.
“Universitas harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan,” tegas Prof. Brian.
Selanjutnya, Mendiktisaintek juga mendorong UM agar hasil riset dapat dikomersialkan menjadi produk nyata yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan kualitas dan kemajuan kampus serta kesejahteraan sivitasnya.
Selain itu, Mendikbudristek juga menyampaikan tantangan kebijakan terkait akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, menekankan pentingnya inklusivitas dan pemerataan kesempatan belajar.
Kunjungan ini diharapkan menjadi dorongan motivasi bagi UM untuk meningkatkan kualitas tata kelola, kemampuan riset, serta ekosistem inovasi kampus.
Dengan arahan dan dukungan kebijakan tersebut, UM dinilai memiliki potensi untuk mempercepat transformasi menjadi kampus penggerak perubahan yang relevan dengan kebutuhan zaman. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




