MALANG POST – Pimpinan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) melakukan peninjauan lokasi pelaksanaan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) XLVI yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2026. Kegiatan peninjauan dilaksanakan di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari persiapan teknis dan koordinasi awal pengabdian mahasiswa.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FTUB, perwakilan dosen, tenaga kependidikan, pemerintah desa, serta pihak terkait yang mendukung KKM. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FTUB, Ir. L Tri Wijaya N. Kusuma, ST., MT., Ph.D., membuka rangkaian acara dan menekankan pentingnya sinergi lintas pihak untuk kesuksesan KKM tahun ini.
Dalam sambutannya, Ir. L Tri Wijaya N. Kusuma menegaskan bahwa KKM bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa FTUB.
“KKM tahun ini membutuhkan kolaborasi dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta partisipasi aktif pemerintah desa dan masyarakat setempat agar program ini berdampak nyata,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk UPT Pengelola Kawasan Hutan UB Forest dan para alumni FTUB yang membantu persiapan dan koordinasi lapangan.
Dekan FTUB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., turut menyampaikan arah dan tujuan utama KKM bagi mahasiswa. Menurutnya, KKM menjadi sarana mengenalkan mahasiswa pada permasalahan nyata di masyarakat, terutama yang terkait bidang keteknikan.
“Melalui KKM, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi dan merumuskan solusi atas masalah di lapangan, seperti pembangunan dan perbaikan drainase, penyusunan masterplan desa, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta infrastruktur dasar lainnya,” jelas Prof. Hadi.

Ia menambahkan bahwa pengalaman lapangan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.
Kepala Desa Donowarih, Sudjoko, menyambut positif rencana KKM XLVI dan menegaskan karakteristik geografis desa yang memerlukan perhatian khusus.
“Desa Donowarih berbatasan dengan kawasan hutan dan Gunung Mujur, serta terhubung ke wilayah Singosari. Kami mengimbau mahasiswa untuk menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan selama pelaksanaan,” katanya.
Ia berharap kedatangan mahasiswa FTUB dapat memberikan kontribusi nyata melalui program fisik maupun nonfisik, serta menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.
Setelah sesi sambutan, peninjauan langsung dilakukan ke beberapa lokasi utama KKM, termasuk area perkemahan, lokasi pendirian tenda kesehatan, serta fasilitas MCK yang akan dipakai mahasiswa selama empat hari.
Peninjauan bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengidentifikasi kebutuhan tambahan sebelum kegiatan resmi berlangsung. Hasil temuan akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan rencana oleh panitia KKM FTUB.
FTUB berharap pelaksanaan KKM XLVI di Desa Donowarih berjalan aman, lancar, dan memberi manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat setempat. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen FTUB dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




