TOP SKOR: Penampilan Dalberto Luan Belo setelah absen dalam tiga laga terakhir, tidak berlangsung maksimal. Saat menjamu Persik Kediri, striker asal Brasil itu hanya tampil 76 menit karena cedera. (Foto: Arema Official)
Arema FC hingga putaran pertama Super League 2025/2026, terutama saat bermain kandang, tak ubahnya seperti kendang. Yang memulai dengan kemenangan dan mengakhiri juga dengan kemenangan.
Memulai kompetisi menjadi tuan rumah, pada Senin (11/8/2025) di pekan pertama, PBSB Biak dikalahkan dengan skor telak, 4-1.
Mengakhiri putaran pertama di pekan ke-17, juga menjadi tuan rumah di Stadion Kanjuruhan, Arema kembali menang. Bahkan sangat dramatis. Persik Kediri jadi korban. Menang tipis 2-1.
Sukses mengamankan tiga poin kandang, didapatkan setelah dalam enam laga kandang sebelumnya tak pernah menang.
Total dalam sembilan laga di Stadion Kanjuruhan, Arema hanya mampu tiga kali menang, sekali seri dan lima kali kalah.
Minggu (11/1/2026) sore di bawah guyuran hujan yang sangat lebat, menjadi kemenangan pertama di kandang sejak 22 Agustus 2025 lalu. Atau saat Arema mengalahkan Bhayangkara FC.
Sedangkan jika head to head dengan Persik Kediri, skor 2-1 itu menjadi kemenangan perdana dalam enam laga terakhir kedua tim bertemu. Setelah pada 2022 lalu, Arema bisa mengalahkan Persik.
“Ini adalah kemenangan yang sulit. Persik bermain bagus dan mereka juga bisa mencetak gol terlebih dahulu.”
“Tapi karena ada Aremania yang terus mendukung kami, membuat semangat kami berlipat ganda dan kami bisa membalikkan keadaan,” ujar Julian Guevara, kapten Arema FC dalam post match press conference, Minggu malam di Stadion Kanjuruhan.
Ya. Dalam pertandingan yang ditonton 2.350 orang secara langsung tersebut, gawang Arema yang dikawal Lucas Frigeri, kebobolan terlebih dahulu.
Supriadi berhasil menang sprint dengan Julian Guevara, setelah mendapatkan umpan terobosan dari Ezra Walian, untuk langsung berhadap-hadapan dengan kiper. Sontekannya sebenarnya berhasil ditip Lucas sambil menjatuhkan badan. Hanya saja bola yang terlalu tinggi masih berhasil lepas, membentur mistar gawang dan memantul masuk ke dalam.
Gol di menit ke-79 itu sontak mengejutkan pemain dan penonton. Apalagi hanya berselang tiga menit dari ditarikkeluarnya Dalberto Luan Belo, karena cedera.
Arema pun langsung tersentak. Apalagi di waktu yang hampir bersamaan, hujan deras turun di Stadion Kanjuruhan. Skuadra asuhan Marcos Vinicius dos Santos Goncalves itu pun langsung kesetanan.
Berbagai gempuran dari berbagai sektor, kian dipertajam oleh pemain-pemain di lapangan.
Masukkan Dwiki Mardiyanto menggantikan Salim Akbar Tuharea, cukup memberi warna. Meski hingga 90 menit berjalan, Arema masih tetap tertinggal 1-0.
Baru di masa perpanjangan waktu. Tepatnya di menit ke 90+4, Arema berhasil membalas ketertinggalan.
Diawali dengan Matheus Blade yang menyisir dari sektor kiri pertahanan Persik Kediri.
Melewati satu pemain hingga dekat garis lapangan, mengirim umpan datar ke posisi Dedik Setiawan yang berada di tepi tiang gawang kiri Persik.
Sambil terjatuh karena ditempel ketat pemain Persik, Dedik masih bisa membelokkan bola, melewati kiper Leonardo Navacchio.
Bola lambung itu mengarah ke tiang gawang sisi kanan. Supriadi yang menjaga gawang sisi kanan, mencoba menghalau bola yang mengarah ke posisinya. Tapi halauan bola justru masuk ke gawang. Kedudukan imbang 1-1 terjadi di menit 90+4.
Hanya berselang tiga menit, Julian Guevara yang mengontrol bola di lini pertahanan Arema, memberikan umpan lambung ke Dwiki Mardiyanto yang berada di sisi kanan pertahanan Persik.
Beradu duel dalam lari dengan membawa bola bersama Henhen Herdiana, Dwiki berhasil memenangkan pertarungan, hingga bola digiring masuk ke kotak 16.
Melihat posisi depan gawang kosong, Dwiki memberikan umpan lambung. Ian Lucas Puleio yang berlari dari sisi depan tengah gawang, berhasil menanduk bola yang tidal bisa dijangkau oleh kiper Persik.
Bola menghujam keras ke pojok kiri gawang di bawah hujan yang benar-benar deras. Aremania bersorak. Seluruh pemain dan ofisial Arema yang ada di bench, sontak berhamburan ke dalam lapangan. Karena Arema berhasil membalikkan keadaan.
Apalagi tidak berselang lama setelah gol itu tercipta, Wasit Rio Permana Putra, meniup peluit tanda akhir laga. Karena memang perpanjangan waktu di babak kedua hanya enam menit. (Ra Indrata)




