RUMAH PANGAN KITA: Secara simbolis, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, saat menyerahkan bantuan modal pendirian RPK di Malang Raya. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Perum BULOG (Badan Urusan Logistik), mematok target ada tambahan 90 Rumah Pangan Kita (RPK) di Malang Raya untuk 2026. Jumlah itu, akan melengkapi 2.500 RPK yang sudah ada di Jawa Timur. Dari total 26 ribu RPK yang ada di seluruh Indonesia.
Pendirian RPK ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting di tingkat produsen. Hingga tiga tahun dibentuk, RPK yang merupakan tanggung jawab sosial Perum Bulog, bekerja sama dengan berbagai latar belakang. Mulai dari organisasi keagamaan, mandiri hingga disabilitas.
Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyebut, pendirian RPK di kota dan kabupaten, merupakan rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UMKM setempat.
“Seperti hari ini (Jumat, 9/1/2025), BULOG menetapkan 30 UMK, sebagai penerima bantuan modal pendirian RPK baru. Pemilihannya, setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UKM Jatim. Melalui tahapan survei dan verifikasi untuk memastikan ketepatan sasaran.”
“Setiap penerima bantuan, memperoleh dukungan senilai Rp5 juta, dalam bentuk komoditas pangan BULOG, rak pajang, spanduk RPK, identitas BULOG, serta perlengkapan pendukung lainnya,” jelasnya di Kota Malang.
Bantuan yang diberikan, sebutnya, salah satu program BULOG Peduli UMKM. Sebagai bentuk komitmen BULOG dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Juga salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang berfokus pada pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor pangan.
“Melalui Program BULOG Peduli UMKM, kami ingin mendorong UMK binaan agar dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berkelanjutan.”

BULOG: Direktur SDM dan Transformasi Perum Badan Urusan Logistik (BULOG), Sudarsono Hardjosoekarto. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
“Keberadaan RPK diharapkan tidak hanya memperkuat jaringan distribusi pangan BULOG, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung stabilitas harga pangan di tingkat konsumen,” ujar Sudarsono.
Bahkan di beberapa RPK yang lain, tambahnya, sudah ada yang berkembang menjadi semacam toko kelontong yang cukup kuat. Karena itulah, stimulan yang diberikan BULOG, sebaiknya juga dibantu oleh Pemerintah Kota setempat untuk membimbing terus.
Selain itu, masih kata Sudarsono, Program Bulog Peduli UMKM, merupakan bagian dari arah kebijakan TJSL BULOG yang menetapkan tiga bidang prioritas. Yakni pendidikan, lingkungan dan pengembangan usaha mikro dan kecil.
Pada bidang pengembangan UMK, BULOG menjalankan program pemberian modal awal pendirian Rumah Pangan Kita (RPK), sebagai upaya memperkuat jaringan hilir distribusi pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sebagai wujud pengaplikasian TJSL BULOG pada pilar pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tandasnya.
Karena itulah, kata Sudarsono, bagi setiap RPK tidak ada batasan kuota untuk mengambil beras SPHP, gula, minyak goreng dan beberapa produk lainnya. BULOG akan menyediakan kebutuhan komoditas pangan, sesuai yang dipesan oleh RPK.
“Bahkan kalau RPK bisa menjadi distributor untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayah tersebut, akan bagus sekali. Misal, SPPG setempat memerlukan minyak goreng, mereka bisa menghubungi RPK terdekat.”
“Apalagi juga ada wacana untuk memaksimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebagai distributor SPPG. Jadi nanti bisa kita sinergikan bersama-sama,” jelas Sudarsono.
Di sisi yang lain, Sudarsono juga menyebut, sekarang ini sedang dalam pengurusan akhir untuk petunjuk teknis, menyangkut pemanfaatan beras cadangan pemerintah yang dikelola BULOG untuk setiap SPPG, agar tidak sampai kekurangan bahan baku. (Ra Indrata)




