Mahasiswa Humaniora UIN Malang menunjukkan kiprahnya dengan terlibat aktif dalam program digitalisasi UMKM. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kiprahnya dalam menjawab tantangan zaman melalui keterlibatan aktif dalam program digitalisasi UMKM di tengah masyarakat. Salah satu wujud konkret tersebut ditunjukkan oleh Nurmadjidah Maradjabessy, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) angkatan 2023, yang berperan langsung mendampingi pelaku UMKM dalam mengoptimalkan potensi usaha melalui pemanfaatan teknologi digital
Melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 36 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Nurmadjidah berkolaborasi dengan Asyraful Ulum Hidayatullah dari Teknik Informatika untuk menginisiasi Sosialisasi Digitalisasi UMKM di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Senin (5/1/2026).
Kegiatan yang berpusat di sisi timur jalan raya Desa Belung ini menyasar para pelaku usaha rumahan dan ibu-ibu PKK. Fokus utamanya adalah membekali peserta dengan kemampuan branding dan pemasaran digital yang adaptif.
Nurmadjidah memanfaatkan latar belakang keilmuannya untuk memberikan pendampingan pada aspek narasi promosi. Ia memperkenalkan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti Meta AI dan Microsoft Copilot untuk membantu warga menciptakan teks promosi yang menarik, desain pamflet, hingga konsep logo secara praktis.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bukan hambatan. Dengan bantuan AI, ibu-ibu pelaku UMKM bisa membuat materi promosi yang elegan tanpa harus menguasai perangkat lunak desain yang rumit,” ungkap mahasiswa asal Maluku yang aktif di Infopub Humaniora tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada teori. Para peserta diajak melakukan praktik langsung menggunakan ponsel pintar mereka. Dengan bimbingan intensif, warga Desa Belung mulai mencoba membuat visual branding mandiri.
Selain aspek estetika, tim KKM juga memperkuat infrastruktur digital UMKM melalui pemanfaatan Google Maps. Langkah ini diambil agar lokasi usaha warga lebih mudah ditemukan oleh konsumen luas. Tercatat, enam UMKM yang sebelumnya belum teridentifikasi secara digital kini telah memiliki titik lokasi resmi, lengkap dengan informasi usaha dan foto pendukung yang menarik.
Antusiasme tinggi tampak dari para peserta yang selama ini merasa terbatas dalam memasarkan produk karena kendala desain dan gagap teknologi. Tokoh masyarakat dan pengurus PKK setempat memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang mampu menyederhanakan teknologi rumit menjadi alat bantu usaha yang mudah digunakan. (*/Eka Nurcahyo)




