MALANG POST – Prestasi olahraga Kota Batu pasca-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 dievaluasi. Wali Kota Batu, Nurochman, menggelar audiensi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu, untuk membahas langkah strategis peningkatan kualitas atlet sekaligus mematangkan persiapan Pekan Olahraga Kota (Porkot) 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkot Batu untuk menata ulang sistem pembinaan olahraga. Sehingga lebih terukur, berjenjang dan berorientasi jangka panjang. Terlebih, kontingen Kota Batu sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menyumbangkan lebih dari 113 medali pada Porprov Jatim 2025.
Wali Kota Nurochman menegaskan, prestasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai capaian sesaat. Menurutnya, keberhasilan atlet harus ditopang oleh sistem pembinaan yang kuat, berkelanjutan dan didukung pelatihan yang konsisten.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Selain bakat, atlet membutuhkan pembinaan yang serius, terukur dan berkelanjutan. Pelatihan yang intensif dan disiplin menjadi kunci agar atlet Kota Batu mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tegas Cak Nur.
Ia menilai Porkot 2026 memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan sekaligus ajang penjaringan atlet potensial dari tingkat kota. Karena itu, Cak Nur mendorong KONI Kota Batu untuk menyusun program pelatihan yang lebih sistematis, berbasis evaluasi performa atlet dan cabang olahraga (cabor).

RAKOR: Wali Kota Batu Nurochman saat menggelar rakor bersama Koni Kota Batu, membahas pembinaan atlet dan persiapan Porkot. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Porkot bukan sekadar kompetisi. Ini adalah fondasi pembinaan atlet. Dari sini kita bisa memetakan potensi, kekuatan dan kelemahan masing-masing cabor, lalu menyusun program pembinaan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam evaluasi Porprov Jatim 2025, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari atlet, pelatih, ofisial, KONI, hingga dukungan lintas perangkat daerah yang dinilai mampu membangun sinergi positif dalam mendukung prestasi olahraga.
“Capaian lebih dari 100 medali ini adalah hasil kerja kolektif. Namun evaluasi tetap diperlukan agar ke depan prestasi kita tidak stagnan, melainkan terus meningkat,” tambahnya.
Melalui audiensi tersebut, Pemkot Batu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan olahraga, termasuk dukungan terhadap sarana dan prasarana latihan. Harapannya, atlet-atlet Kota Batu tidak hanya kompetitif di tingkat provinsi, tetapi juga mampu menembus level nasional bahkan internasional.
“Dengan evaluasi menyeluruh pasca-Porprov dan persiapan matang menuju Porkot 2026, Kota Batu menatap masa depan olahraga daerah dengan optimisme baru, menjadikan prestasi sebagai hasil dari sistem yang kuat, bukan sekadar keberuntungan,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




