MALANG POST – Acara konsolidasi dan upgrading diikuti ratusan peserta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Selasa (6/1/2026).
Dalam kegiatan ini, diberikan banyak materi pembekalan terkait penguatan keluarga, diikuti peserta yang didominasi perempuan dan ibu-ibu.
“Dalam kegiatan Rumah Keluarga Indonesia ini bertujuan menguatkan keluarga-keluarga dalam berbagai aspek. Diantaranya, memberi pelatihan dan pemberdayaan supaya para keluarga lebih berdaya dan sejahtera,” terang Ketua Rumah Keluarga Indonesia Kabupaten Malang, Tri Sulistyowati, Selasa (6/1/2026) petang.
Pembekalan yang diberikan, lanjut Tri, bermacam-macam sesuai kebutuhan dan potensi yang ada di setiap kelompok keluarga. Seperti, penguatan bagaimana menghadapi tantangan yang kerap dialami keluarga. Termasuk, melalui pelatihan ekonomi berbasis keluarga.
RKI di Kabupaten Malang sendiri, menurutnya sudah mewadahi beberapa rumah dengan potensi dan kegiatan beragam. Diantaranya, rumah usaha, rumah sehat, rumah kreatif, rumah lestari dan sebagainya.

Tri lalu mencontohkan, pelatihan yang sempat diberikan untuk mendukung pengembangan usaha berbasis kelompok rumah tangga, dalam bentuk pengemasan produk.
Upgrading yang digelar ini, juga menghadirkan Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Malang, Syaiful Rasyid. Juga, Abdulloh Aziz alias Cak Dol, anggota Komisi I DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Dengan terus meningkatkan potensi dan kemampuan, diharapkan para anggota dan binaan Rumah Keluarga Indonesia ini terbukti peluang dan ruang untuk bersinergi,” terang Rosyid.
Berikutnya, lanjut Rosyid, para anggota RKI Kabupaten Malang juga punya kesempatan berkiprah dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan Pemkab Malang untuk mewujudkan kesejahteraan mereka.
Abdulloh Aziz dalam materinya banyak memotivasi dan menggugah kemauan perempuan dan ibu-ibu untuk bisa mewujudkan keluarga dan masyarakat sesuai yang dicita-citakan.
Ia juga mengingatkan, agar anggota keluarga tidak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak patut dari efek negatif yang banyak muncul di media sosial. (*/Ra Indrata)




