MALANG POST – Layanan Angkutan Pelajar (Apel) Gratis di Kota Batu yang sempat berhenti beroperasi di akhir 2025 kini kembali berjalan di awal 2026. Tak sekadar diaktifkan ulang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menyiapkan terobosan baru berupa sistem pengawasan berbasis aplikasi digital, baik untuk siswa maupun pengemudi angkot.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu, Hari Juni Sunsanto memastikan, kualitas layanan Apel Gratis tahun ini akan meningkat. Bukan hanya dari sisi kesiapan armada, tetapi juga melalui penerapan sistem absensi digital yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
“Di 2026 ini, Apel Gratis kami tingkatkan. Selain kondisi fisik armada, kami juga menyiapkan aplikasi pengawasan yang lebih transparan dan mudah digunakan,” ujar Hari, Rabu (7/1/2026).
Aplikasi tersebut nantinya wajib dimiliki oleh seluruh pengemudi angkot Apel Gratis. Fungsinya untuk mencatat absensi siswa secara digital. Setiap pelajar akan dibekali kartu identitas (ID Card) khusus yang digunakan untuk melakukan tapping ke ponsel sopir saat naik maupun turun dari angkot.
Sistem ini dirancang terintegrasi dan real-time. Begitu siswa melakukan tapping kartu, notifikasi otomatis akan terkirim ke wali murid serta wali kelas. Dengan begitu, keberadaan siswa saat berangkat dan pulang sekolah dapat terpantau secara langsung.
“Jadi siswa tinggal tapping kartu ke HP driver. Setelah itu, orang tua dan wali kelas langsung mendapat notifikasi. Keberadaan siswa bisa dipantau secara real-time,” jelas Hari.

BEROPERASI: Setelah sempat berhenti beroperasi akhir tahun lalu, kini Apel Gratis kembali beroperasi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia menegaskan, kehadiran aplikasi ini menjawab keresahan banyak wali murid yang selama ini kesulitan memantau aktivitas anak saat berangkat dan pulang sekolah. Selain mencegah siswa membolos, sistem ini juga berfungsi sebagai alat kontrol kinerja pengemudi Apel Gratis.
“Aplikasi ini bukan hanya untuk siswa, tapi juga menjadi alat pengawasan bagi driver. Kami ingin kedua belah pihak sama-sama disiplin dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dishub Kota Batu menargetkan pengembangan dan implementasi sistem absensi digital ini bisa mulai diterapkan pada Maret 2026, apabila tidak ada kendala teknis di lapangan.
Melalui inovasi ini, Dishub berharap Apel Gratis tidak sekadar meringankan beban biaya transportasi pelajar, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, tertib dan terkontrol selama perjalanan.
“Insya Allah, awal Maret sudah bisa mulai diterapkan,” tuturnya.
Saat ini, Dishub Kota Batu mengoperasikan 68 armada angkutan pelajar gratis. Sistemnya menggunakan skema sewa kendaraan. Para siswa dijemput di titik kumpul yang telah ditentukan berdasarkan kajian awal, lalu diantar langsung menuju sekolah masing-masing.
Ia menilai, selama ini program Apel Gratis memberikan dampak positif yang signifikan. Selain membantu pelajar, layanan tersebut juga meringankan beban biaya transportasi orang tua. Karena itu, Dishub berkomitmen terus melakukan evaluasi demi keberlanjutan program. (Ananto Wibowo)




