Seleksi Program Pendidikan Profesi Apoteker UIN Maliki Malang menggunakan sistem CBT. Selasa (6/1/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tengah menggelar seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pendidikan Profesi Apoteker semester genap tahun akademik 2025/2026. Seleksi berlangsung di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi lantai 3, Selasa (6/1/2026).
Sebanyak 96 peserta ambil bagian dalam seleksi yang menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT. Ujian dibagi ke dalam lima ruang untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan kondusif. Sejak pagi, suasana kompetitif terasa kuat. Maklum, kuota yang tersedia hanya 40 kursi. Artinya, lebih dari separuh peserta harus rela pulang dengan hasil yang belum tentu sesuai harapan.
Kepala Bagian Akademik, Imam Ahmad, menjelaskan bahwa seleksi dimulai tepat pukul 08.30 WIB dan dilaksanakan dengan standar pengawasan yang ketat. Setiap ruang ujian dijaga oleh pengawas IT dan pengawas ruang.
Seluruh peserta juga diwajibkan meninggalkan alat elektronik dalam bentuk apa pun sebelum memasuki ruangan, sehingga proses ujian benar-benar steril.
Aturan kedisiplinan diterapkan tanpa kompromi. Peserta yang tidak hadir tanpa keterangan dinyatakan gugur dan tidak diberikan kesempatan ujian susulan. Kebijakan ini, menurut panitia, menjadi bagian dari komitmen menjaga kualitas dan integritas seleksi.
“Semoga seleksi ini berjalan lancar dan mampu menghasilkan calon mahasiswa profesi apoteker yang unggul dan terbaik,” ujar Imam Ahmad.
Seleksi ini menjadi gerbang penting bagi calon apoteker masa depan. Persaingan ketat, sistem ujian berbasis teknologi, dan pengawasan serius menjadi cerminan keseriusan UIN Malang dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten. Siapa yang lolos, jelas bukan sekadar pintar, tapi juga siap mental.(*/Eka Nurcahyo)




