JUMPA PERS: Marcos Santos ketika menjawab pertanyaan wartawan seusai laga lawan Persita di Stadion Kanjuruhan. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Hampir setengah musim, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, memoles skuadra Singo Edan. Tinggal menyisakan satu laga di pekan ke-17, Minggu (11/1/2026) mendatang, dengan menjamu Persik, lengkap sudah tugas pelatih asal Brasil ini menuntaskan putaran pertama Super League musim 2025/2026.
Hasilnya? Masih jauh dari ekspektasi. Apalagi jika disebandingkan dengan target manajemen Arema FC, yang mematok berada di papan atas di akhir musim.
Tak heran jika laga pamungkas di putaran pertama, bakal menjadi pertaruhan bagi pelatih 46 tahun ini. Bagaimana tidak, jika tergelincir dari di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, bukan mustahil Arema bakal turun di papan bawah.
Jarak poin dengan penghuni peringkat 13 (Madura United) dan 14 (Dewa United) hanya satu poin. Jika keduanya bisa meraih poin penuh, atau minimal seri dan Arema kalah saat menjamu Persik, otomatis Arema akan terlempar ke peringkat ke-14.
Apalagi rekor kandang Arema sangat buruk. Dari delapan kali home event, hanya dua kali bisa menang. Selebihnya lima kali kalah dan sekali seri.
Kondisi tersebut masih diperburuk dengan rekor pertemuan Arema versus Persik. Dua tim bertetangga ini, sudah bertemu 11 kali. Hasilnya, Arema hanya bisa menang empat kali, sekali seri dan enam kali kalah.
Bahkan dalam lima pertemuan terakhir sejak Liga 1 musim 2023/2024, Arema tidak sekali pun pernah menang. Selalu kalah. Tidak pernah seri.
Fakta lain juga menunjukkan, enam laga terakhir yang sudah dilakoni Arema di Super League musim ini, juga tidak pernah bisa menang. Hanya bisa seri tiga kali dan selebihnya kalah.
Kondisi tersebut membuat tekanan publik kepada sang pelatih kelahiran Santos, Brasil, sangat tinggi. Terlebih-lebih di akhir putaran pertama, dipastikan bakal ada evaluasi menyeluruh. Tidak hanya menyentuh pemain, tetapi juga tim kepelatihan.
“Kita harus bergerak. Kita harus memperbaiki diri setelah kalah dari Bali United.”
“Ini bukan lagi meminta kita harus sabar. Masalahnya adalah bukan soal sabar atau tidak, tapi Arema memang harus lebih kuat,” kata Marcos Santos, usai kalah 0-1 dari Bali United.
Pemegang lisensi Pro Conmebol ini, tampaknya memang harus memanfaatkan semaksimal mungkin pemain yang ada saat ini. Agar bisa memberikan kemenangan di laga pamungkas. Di hadapan Aremania, yang sudah tidak sabar menunggu Arema bisa menang di kandang.
Marcos Santos sendiri mengaku akan segera memperbaiki kondisi tim. Karena tampil bagus saja, masih tidak ada artinya jika di akhir laga, tetap tidak mampu meraih poin.
“Terima kasih kepada Aremania, yang sudah memenuhi stadion. Tapi kami sangat menyesal dengan hasilnya.”
“Kami membuat tempo pertama yang baik di babak pertama. Kami memiliki kesempatan. Tapi kami terlalu menderita dengan adanya gol mereka. Kami tidak dapat menerima itu.”
“Saya tidak bahagia. Saya tidak puas dengan hasilnya dan kami harus memperbaikinya. Kita harus memperbaikinya saat menjamu Persik Kediri,” ujarnya lagi.
Tetapi manajemen Arema juga tidak tinggal diam. Mereka sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh di putaran pertama. Terutama setelah rentetan hasil buruk di partai kandang.
Evaluasi itu konon tidak hanya menyentuh pemain. Tetapi juga menyeluruh terhadap tim kepelatihan.
“Kami telah melakukan evaluasi semuanya. Mulai dari fisik, skill individu, kolektivitas tim hingga personal. Semua kami evaluasi,” kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi. (*/Ra Indrata)




