MALANG POST – Dinamika bursa transfer Super League musim 2025/2026 terus menghangat di kubu Arema FC. Sekalipun transfer window putaran kedua, masih akan dibuka pada 10 Januari 2025 mendatang.
Kali ini, giliran Muhammad Rafli, yang harus meninggalkan skudra Singo Edan. Pemain ini sempat menjadi sorotan Aremania, lantaran melakukan blunder saat Arema FC kalah tragis dari Persita Tangerang, dalam laga tunda pekan ke-8, Selasa (30/12/2025) lalu.
Gelandang serang yang bergabung dengan Arema sejak 1 Januari 2017 lalu, dipastikan akan menjalani masa peminjaman ke klub lain.
Manajemen Arema menyebut, peminjaman itu diambil bukan karena penurunan dedikasi. Melainkan sebagai bentuk respons profesionalisme sang pemain, terhadap saran objektif tim pelatih demi menyelamatkan karier dan menit bermainnya, di tengah ketatnya persaingan skuad.
Keputusan ini disepakati bersama dengan sangat bijak. Rafli, yang dikenal sebagai pemain dengan attitude yang baik, menghormati sepenuhnya evaluasi teknis yang diberikan oleh jajaran pelatih.
Sebagai pesepakbola profesional, ia menyatakan kesiapannya untuk berdedikasi dan memberikan performa terbaik di klub manapun ia ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Head coach Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, memberikan pandangan yang sangat positif terkait sosok Rafli.
Menurutnya, keputusan peminjaman ini murni didasari oleh kebutuhan sang pemain untuk terus berkembang, yang mungkin sulit didapatkan jika ia tetap berada di bangku cadangan Arema saat ini.
“Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil tersebut menekankan, loyalitas Rafli tidak perlu diragukan. “Selama waktunya bersama Arema FC, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar,” tambahnya.
Namun, realitas kompetisi menuntut keputusan strategis. “Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya,” tegas Marcos.
Senada dengan tim pelatih, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menegaskan, manajemen klub selalu mendukung saran pelatih yang berorientasi pada kebaikan tim dan pemain. Pria yang akrab disapa Inal ini menilai, Rafli sebagai aset yang memiliki disiplin tinggi dan attitude yang baik.
“Secara objektif, manajemen menilai Rafli adalah pemain berdedikasi tinggi, disiplin, dan memiliki orientasi yang baik dalam mengevaluasi penampilannya. Kini dia sedang fokus untuk selalu mengontrol performanya, baik secara teknik maupun asupan nutrisi gizi,” ungkap Inal.
Inal juga menepis anggapan bahwa keputusan ini diambil semata-mata karena tekanan eksternal atau kritik suporter. Menurutnya, Rafli memiliki mental baja dalam menyikapi kritik sebagai pemain profesional.
“Rafli tipe pemain yang memiliki mental bagus dalam menyikapi berbagai kritik dan memiliki solusi yang bijak untuk evaluasi demi perbaikan performanya,” imbuh Inal.
Ditegaskan, Rafli pemain profesional layaknya pemain lainnya, bukan karena faktor lain keputusan ini diambil, termasuk kritik dari fans. Sebab kritik itu sangat penting untuk menata performa pemain agar lebih maksimal, jelas Inal.
Selama berkostum Singo Edan, Rafli telah mencatatkan beberapa gol dan assist krusial. Meskipun manajemen mengaku berat melepasnya, langkah peminjaman ini dinilai paling bijak demi masa depan kariernya di kompetisi sepak bola Indonesia.
“Harapan kami, semua pihak agar bijak dan objektif dalam memberikan penilaian, bahwa hasil positif dan negatif sebuah pertandingan adalah hasil perjuangan kolektivitas tim dan atas instruksi serta arahan jajaran tim pelatih. Kami optimis Rafli kemanapun dia bermain akan berdedikasi tinggi karena dibekali attitude yang baik dan profesional,” kata Inal.
Disampaikan Inal, Arema FC dengan tulus mengucapkan terima kasih atas kontribusi Rafli dan menegaskan bahwa pintu klub akan selalu terbuka baginya.
“Status Rafli dipinjamkan ke klub lain karena dia pemain yang masih terikat kontrak resmi dengan Arema FC dan masih punya masa depan yang baik,” pungkasnya. (Ra Indrata)




