PLAYMAKER: Arkhan Fikri yang tampil bagus di lini tengah Arema, tetap tidak mampu membuat skuadra bisa mencuri poin dari kandang Bali United. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Sudah cukup lama Arema FC tidak merasakan kemenangan, dalam lanjutan Super League musim 2025/2026. Terakhir tiga poin direbut Arema di pekan ke-11. Tepatnya pada 3 November 2025, saat mengalahkan Semen Padang, 2-1, di Stadion H Agus Salim, Padang.
Setelah itu, enam laga berikutnya hingga pekan ke-16, meraih tiga kali imbang dan tiga kali kalah. Yang menempatkan Arema FC di peringkat ke-11 klasemen sementara.
Kekalahan terakhir terjadi Minggu (4/1/2026) malam kemarin. Saat dijamu Bali United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Di pekan ke-16, gol semata wayang Kadek Agung di menit ke-49, membuat Arema kalah 0-1.
Tidak hanya gagal meraih poin, kekalahan tipis itu juga membuat rekor tujuh laga tandang tanpa kalah, berhasil dihentikan oleh Bali United.
Wajar jika pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengaku terpukul dengan kegagalan timnya mencetak gol. Sekalipun di laga tersebut, penguasaan bola 56 persen ada di Arema.
Skuadra Singo Edan, juga membuat 14 kali tendangan dengan tiga diantaranya on target. Termasuk lima peluang berhasil diciptakan, meski tak satu pun bisa dikonversi menjadi gol.
“Kami membuat tempo permainan di babak pertama yang baik. Kami memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Tapi kami justru menderita karena gol cepat di awal babak kedua. Kami tidak dapat menerima itu,” tandas Marcos Santos, seusai pertandingan.
Karena itulah, pelatih 46 tahun itu merasa sangat tidak bahagia. Marcos Santos juga tidak puas dengan hasil akhir laga, yang menempatkan timnya gagal meraih poin.
Apalagi sebagai sebuah tim, tambahnya, Arema memulai laga dengan sangat bagus. Namun timnya juga kesulitan untuk menciptakan gol sepanjang pertandingan.
Padahal dalam sesi latihan, pelatih asal Brasil itu mengaku sudah memberikan banyak kreasi serangan, agar pemain Arema bisa menciptakan gol.
“(Menciptakan) gol yang kami latih dan gol yang kami bicarakan, tidak bisa muncul dalam pertandingan tersebut. Hingga pada akhirnya kami justru yang menderita, karena gol indah yang berhasil dibuat Bali United,” sebut pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Marcos Santos juga tak memungkiri, absennya Dalberto Luan Belo, striker pencetak 10 gol untuk Arema FC, sangat berpengaruh di lini depan timnya.
Beberapa pemain, sudah dicoba untuk mengisi posisi striker asal Brasil itu. Sayangnya belum ada yang benar-benar bisa menggantikan keberadaan mantan striker Madura United.
“Sebenarnya kami sedang menderita karena tidak bisa mencetak gol. Kami memiliki kesulitan untuk mencetak gol.”
“Kami sedang menyelesaikan masalah dengan tidak bisa tampilnya Dalberto. Karena tanpa dia, kita benar-benar kesulitan.”
“Tapi kami akan terus bergerak, untuk membawa pemain lain bisa mengisi posisi Dalberto. Ini adalah kebenaran yang tidak bisa kita sangkal,” bebernya.
Di sisi yang lain, Marcos Santos menyampaikan terima kasih, atas kehadiran ribuan Aremania secara langsung ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Karena dari total 8.501 penonton, diyakini suporter fanatik Arema banyak menghiasi stadion.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penonton yang datang dari Malang. Yang datang untuk mendukung Arema FC.”
“Suporter Aremania yang datang langsung ke Bali, mereka harus menempuh perjalanan panjang. Bisa 12-14 jam untuk bisa sampai di sini,” kata Marcos.
Sayangnya meski Aremania memadati stadion, Arema tidak berhasil mempersembahkan kemenangan untuk mereka. Marcos Santos pun mengaku sangat menyesal dengan kondisi tersebut. (Ra Indrata)




