GAGAL: Ian Puleio yang terus mendapat kawalan Joao Ferrari, membuatnya tidak leluasa menggedor pertahanan Bali United. Membuat Singo Edan gagal meraih poin dari Bali. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Rekor tak pernah kalah di kandang lawan, akhirnya berhasil dihentikan oleh Bali United. Sekaligus menjadi kegagalan Arema FC untuk meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir.
Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, di pekan ke-16 Super League musim 2025/2026, Arema gagal mempertahankan rekor selalu mencuri poin dari kadang lawan. Gol semata wayang Kadek Agung di menit 48, membuat Arema kalah 0-1 saat dijamu Bali United.
Gol yang dicetak melalui heading pemain bernomor punggung 18 itu, menjadikan Lucas Frigeri harus memungut satu-satunya bola dari gawang di sepanjang laga yang dipimpin wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto.
Janji pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, untuk mengubah formasi dan membuat kejutan, hanya mampu bertahan di 15 menit babak pertama. Selebihnya, Arema tetap kesulitan untuk mencetak gol.
Meski berkali-kali disangkal, namun kehilangan Dalberto Luan Belo, menjadikan Arema seperti Singa ompong. Punya banyak peluang, tapi tak satu pun bisa dikonversi menjadi gol.
Meski di laga yang berlangsung Minggu (4/1/2025) malam itu, Arema mengebrak dengan formasi 4-3-3. Trisula yang diharapkan bisa mempertajam serangan, Dedik Setiawan diapit Valdeci Moreira dan Ian Puleio, ternyata di luar ekspektasi.
Sempat beberapa peluang emas tercipta di 10 menit pertama. Tapi lagi-lagi penyelesaian yang buruk, menjadikan peluang ke gawang Bali United, yang dikawal kiper asal Belanda, Mike Hauptmeijer, mentah begitu saja.
Bahkan setelah itu, giliran gawang Lucas Frigeri yang terus digempur Laskar Tridatu. Namun kiper Brasil itu masih mampu menjaga gawangnya tetap aman hingga babak pertama berakhir.
Sayangnya di akhir babak pertama, terjadi benturan kepada Valdeci Moreira, yang menjadikan playmaker asal Brasil itu harus ditarik keluar di masa jeda pertandingan.
Kehilangan pemain nomor 10 yang di laga tandang ke-8 bagi Arema itu, di posisikan sebagai penyerang sayap, semakin membuat daya gempur Arema melemah.
Marcos Santos sebenarnya sudah mengubah formasi, dengan digantikannya Valdeci oleh Samuel Balinda. Yakni menempatkan Ian Puleio dan Dedik Setiawan menjadi tandem striker. Dengan Arkhan Fikri berada di belakang kedua pemain tersebut.
Nyatanya strategi itu tetap tidak berjalan. Kokohnya pertahanan Bali United yang dikawal Joao Ferraridan Kadek Arel, menjadikan serangan Arema selalu patah sebelum berhasil masuk ke kotak penalti.
Strategi counter attack dengan memanfaatkan kecepatan yang dimiliki oleh Ian Puleio, juga tidak berjalan sempurna. Karena pemain Argentina itu, justru sering kalah duel dengan pemain-pemain belakang Bali United.
Asa Arema untuk membalas ketinggalan satu gol, justru muncul di 15 menit akhir laga. Terutama saat Dwiki Mardiyanto, pemain 26 tahun ini masuk, menggantikan posisi Rifat Marasabessy.
Sayangnya Bali United yang terlihat mulai merapatkan pertahanan, untuk bisa mengamankan satu gol kemenangan, menjadikan benteng tim asal Pulau Dewata itu menjadi semakin kuat.
Sempat ada beberapa kali serangan berbahaya dilakukan pemain Arema FC. Tetapi kiper dengan tinggi badan 191 dari Belanda itu, selalu berhasil memblok bola.
Hingga akhirnya laga tandang terakhir Arema di putaran pertama ini, harus berakhir dengan kekalahan pertama di partai tandang.
Kembali kehilangan poin dalam tiga laga terakhir, menjadikan Arema terpaku di posisi ke-11 dengan 18 poin. Hasil dari empat kali menang, enam kali menang dan enam kali kalah.
Tetapi posisi itu rawan digusur oleh Persik dan Dewa United yang baru memainkan 15 laga. (Ra Indrata)




