MALANG POST – Euforia libur panjang Natal, Tahun Baru dan libur sekolah perlahan mereda. Sejak Minggu (4/1/2026), ribuan kendaraan wisatawan mulai meninggalkan Kota Batu. Arus kendaraan didominasi wisatawan luar daerah yang menuntaskan agenda liburan mereka di kota wisata ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan, peningkatan volume kendaraan arus balik terjadi mulai Minggu sore. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memadati jalur-jalur utama keluar Kota Batu. Kepadatan menjadi lanjutan dari tingginya kunjungan wisatawan selama libur panjang akhir tahun.
Sejumlah ruas jalan yang terpantau ramai lancar diantaranya simpang tiga Pendem, Jalan Ir. Soekarno, Jalan Dewi Sartika, Jalan Raya Oro-Oro Ombo, Jalan Sultan Agung, Jalan Diponegoro, Jalan Bukit Berbunga dan Jalan Raya Punten. Kepadatan terjadi secara bergelombang, mengikuti jam kepulangan wisatawan.
Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menyebut, kepadatan lalu lintas masih didominasi jalur menuju dan dari kawasan wisata unggulan. “Arus lalu lintas meningkat di jalur wisata, terutama sekitar Jatim Park 1, 2, dan 3, juga Selecta, Museum Angkut, Santerra, hingga Paralayang,” ujarnya.
Untuk menjaga arus tetap bergerak, Satlantas Polres Batu menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Mulai dari pemanfaatan jalur alternatif, sistem crossing, hingga pengalihan arus secara situasional.
“Rekayasa dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan agar kepadatan tidak menumpuk di satu titik,” imbuh Kevin.
Lonjakan arus kendaraan sejatinya sudah terjadi sejak dua hari sebelumnya. Pada Sabtu (3/1/2026) hingga Minggu (4/12026), volume kendaraan yang masuk ke Kota Batu meningkat signifikan. Salah satu indikatornya terlihat dari Gerbang Tol Singosari. Tercatat lebih dari 12.000 kendaraan keluar dari tol tersebut, dengan mayoritas mengarah ke Kota Batu.

Kanit Turjawali Polres Batu, Ipda Gema Indra Winaryan menjelaskan, personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan.
“Sejak pagi, arus dari Tol Singosari cukup padat dan sebagian besar menuju Kota Batu. Kami fokus melakukan pengaturan di titik-titik rawan,” jelasnya.
Rekayasa lalu lintas pun dilakukan secara real time. Opsi buka-tutup jalur hingga pengalihan arus disiapkan untuk mencegah antrean panjang. “Begitu volume meningkat, personel langsung bergerak agar arus tetap mengalir,” tegas Gema.
Memasuki Minggu (4/1/2026), arus balik wisatawan mulai terasa lebih dominan. Hal ini seiring dengan aktivitas masyarakat yang kembali normal pada Senin (5/1/2026), baik sekolah maupun bekerja.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Di sisi lain, meski suasana sejumlah objek wisata tampak ramai selama libur Nataru, angka kunjungan secara akumulatif justru mengalami penurunan. Sejumlah pelaku wisata besar di Kota Batu mencatat penurunan kunjungan hingga 20 persen dibanding periode Nataru tahun sebelumnya.
Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut cukup terasa. “Secara total, kunjungan turun sekitar 20 persen dibanding dua tahun terakhir. Meski terlihat ramai di beberapa hari puncak, tapi secara akumulatif menurun,” jelasnya.
Menurut Titik, faktor ekonomi masih menjadi penentu utama. Daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya pulih. Selain itu, pola liburan juga mengalami perubahan. “Wisatawan kini cenderung memilih liburan singkat, destinasi yang lebih dekat, atau membagi waktu liburan di beberapa periode,” ujarnya.
Persaingan antar destinasi wisata di berbagai daerah juga semakin ketat. Banyak daerah menghadirkan atraksi baru dan promosi agresif, sehingga pilihan wisata tidak lagi terpusat di satu wilayah.
Hal senada disampaikan Direktur PT Selecta, Pramono. Ia mengakui, tingkat kunjungan ke Selecta sepanjang 2025 belum mampu menyamai capaian tahun sebelumnya.
“Puncak kunjungan terjadi pada 27 Desember 2025, mencapai lebih dari 21 ribu orang dalam satu hari. Tapi secara total, hingga akhir tahun 2025, kunjungan hanya sekitar 357 ribu orang,” paparnya.
Padahal pada 2024, total kunjungan Selecta mencapai 487 ribu wisatawan. “Secara bulanan memang ada kenaikan, tapi belum cukup menutup penurunan secara keseluruhan,” tutup Pramono. (Ananto Wibowo)




