Walikota Malang, Wahyu Hidayat, saat merenung di bangku reot terkait penataan pasar Splendid dan jembatan Brawijaya. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Kunjungan Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama rombongan sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) ke Pasar Splendid, Selasa (23/12/2025) boleh dikata mendadak. Usai memberangkatkan 112 relawan Pramuka untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Markas Kwarcab Pramuka Kota Malang, Wahyu dan rombongan langsung menuju ke Pasar Bunga Splendid.
Kebetulan letaknya berhimpitan dengan Markas Kwarcab Pramuka. Dengan jalan kaki, Walikota Wahyu menyusuri pasar bunga sambil menyapa para pedagang. Wahyu juga menanyakan kondisi pembeli yang dijawab pedagang, alhamdulillah laris. Perjalanan Wahyu di pasar Bunga terhenti sejenak untuk menikmati makanan dan minuman di Kafe Pipir Lepen.
Kafe ini terasa asyik dan menawan karena para konsumen dapat menikmati gemercik aliran Kali Brantas. Kafe ini tepat di pinggir Kali Brantas dan konsumennya terbanyak saat itu kaum generasi Z.
Dari kafe ini, perjalanan dilanjut ke Pasar Ikan dan Burung serta gedung sekolah SDK Brawijaya I dan SMP 2 YPK yang berlokasi di tengah pasar itu. Di sekolah ini, Wahyu dan rombongan disambut Kepala SMP 2 YPK, Deasy Andayanti, dan Kepala SDK Brawijaya I, Eva Tulak.
Walikota pun menanyakan kondisi jumlah murid kepada kedua kasek itu. Wahyu juga menanyakan apakah proses belajar mengajar tak terganggu dengan keramaian dan bau dari pasar burung.
Deasy mengatakan, kondisi murid awalnya menurun. Tetapi setelah pada tahun 2023, SMP 2 YPK ditetapkan sebagai sekolah penggerak bersama 11 SMP lain di Kota Malang, murid bertambah dari 40, 43 dan kini 49 murid. Itu total dari kelas 7 sampai 9.
Menurut Eva, jumlah murid kelas 1 sampai 6 sebanyak 21 anak. Dari mereka statusnya anak jalanan. Karena itu, kadang penuh dan kadang banyak yang tidak masuk. Soal keramaian pasar dan bau dari pasar burung, kedua kasek itu dengan tegas menyatakan jelas mengganggu belajar mengajar. Bahkan saat merebaknya penyakit flu burung dan pandami Covid-19, jumlah murid menurun signifikan.
Saat Wahyu menyampaikan niat pemkot untuk menukar guling sekolah itu, kedua kasek menegaskan bukan wewenang mereka. Wahyu diperkirakan ke Yayasan. Wahyu ingin merelokasi itu ke lokasi strategis agar sekolah bisa berkembang.

Walikota Wahyu berdiskusi dengan para kepala dinas di Kafe Pipir Lepen. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Usai dari sekolah itu, Wahyu terus meninjau jembatan Brawijaya. Dia melihat deretan bangunan pasar burung dan ikan di sepanjang DAS Brantas. Bangunan jembatan dengan pondasi yang keropos itu pun tak luput dari pantauannya.
Wahyu pun merenung dan duduk sejenak di sebuah bangku reot yang ada di pinggir jembatan itu. Sekali lagi Wahyu mengamati bangunan di DAS Brantas serta titik lokasi saat air dari atas masuk ke Kali Brantas.
Sambil diskusi dengan sejumlah kepala dinas, seperti Kadiskopindag Eko Sya, Kadisdik Suwarjana, Kadispangtan Slamet Kusnan dan Kadiskominfo Nur Widianto, Wahyu melanjutkan ke proyek pembangunan area parkir Kayutangan.
Di tempat ini Wahyu menanyakan ketinggian area parkir itu karena terasa agak rendah. “Berapa ini ketinggiannya? Apakah mobil Hiace tidak sundul?” tanya Wahyu.
Pelaksana proyek optimistis tidak sundul karena ketinggiannya 240 cm. Wahyu juga mempertegas bahwa proyek ini molor dari kontrak dan rekaman bersedia membayar sanksi denda sesuai aturan.
Menurut Wahyu, untuk area parkir ini saat Nataru nanti sudah dapat digunakan. Bahkan, satu hari saat Nataru nanti area parkir ini gratis agar masyarakat mengetahui area parkir ini.
Terkait kunjungannya ke kawasan Splendid ini, Wahyu menegaskan dalam rangka untuk menata Kajoetangan Heritage lebih cantik dan menarik. Kebetulan ada konseptor dari Singapura yang ingin membantu secara Sumatera membikin konsep kawasan Kayutangan ini. “Nanti kami juga akan menggandeng akademisi untuk mengkaji konsep itu,” jelas Wahyu.
Ditanya apakah akan ada relokasi Pasar Splendid dan sekolahan itu, Wahyu belum bisa menjelaskan. Karena, masih menunggu konsep dari orang Singapura itu. Terkait pembangunan jembatan Jalan Brawijaya, menurut Wahyu, Insha Allah sudah masuk dalam anggaran 2026.(Eka Nurcahyo)




