STRIKER: Absennya Dalberto Luan Belo karena faktor non teknis, menjadikan tim pelatih mulai menyiapkan Dedik Setiawan untuk menempati posisi ujung tombak. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Usai pekan ke-14 Super League, saat bermain imbang 1-1 lawan Madura United, skuadra Singo Edan bisa bernafas lega. Enam dari sembilan pemain yang absen di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, sudah terbebas dari sanksi.
Ternyata, di masa jeda kompetisi menjelang pekan ke-15, semuanya bisa berubah. Justru saat Arema siap-siap menjamu Madura United, dalam lanjutan kompetisi musim 2025/2026, masih ada tambahan pemain yang terpaksa harus absen.
Bahkan pelatih asal Brasil, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, juga ikut-ikutan absen. Penyebabnya bukan karena sanksi kartu. Tapi faktor non teknis. Ayahnya di Brasil harus naik meja operasi. Marcos Santos harus ikut mendampingi.
Beberapa pemain yang seharusnya bisa kembali tampil, nyatanya terancam absen karena sakit. Penyebabnya, cuaca ekstrem yang terjadi di Malang Raya dalam beberapa hari terakhir.
Seperti Betinho Filho dan Anwar Rifa’I, yang sedang dirawat di rumah sakit karena sakit pernafasan. Ditambah Valdeci Moreira dan Matheus Blade, yang sempat berlatih terpisah, karena gejala panas tinggi.
Yang sedikit mengecewakan, striker andalan yang secara teknis tidak ada masalah, justru ikut-ikutan absen. Dalberto Luan Belo, top skore sementara, absen karena faktor non teknis.
Striker asal Brasil itu, harus menunggu di Brasil, untuk ikut menyelesaikan visa istri dan anaknya yang bakal ikut ke Malang.
Lantas dalam kondisi tersebut, apakah Arema yang baru kali pertama tampil tanpa pelatih kepala, tetap akan mematok target poin penuh?
“Kita tidak akan mengubah target hanya karena situasi ini. Menghadapi Madura United, target kita tetap tiga poin.”
“Absennya beberapa pemain dan pelatih, memang ada masalah buat tim. Tapi kita sudah siapkan antisipasi,” kata General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, mengutip dari We Aremania.
Bisa jadi sukses Arema menahan imbang Malut United, yang tampil dengan formasi ‘ala kadarnya’, menjadikan skuadra Singo Edan yakin kemampuan pemain-pemain yang ada.
Terbukti meski ketika itu sembilan pemain inti harus absen, nyatanya pemain-pemain pelapis yang diturunkan, bisa menjawab kepercayaan pelatih. Apalagi lawan yang ketika itu dihadapi, adalah tim papan atas.
“Sebetulnya kondisi ini sudah kita baca dari beberapa hari lalu. Ada banyak pemain yang sakit. Di situ dokter sudah kasih vitamin kepada pemain.”
“Saya lihat pemain yang lain, latihannya cukup bagus. Tidak jauh beda dengan lainnya.”
“Mereka juga sudah tahu taktik dan strategi. Termasuk chemistry yang harus dibangun seperti apa, mereka sudah tahu,” tandasnya.
Sementara itu, perkembangan terakhir hingga Minggu (21/12/2025), bisa dipastikan Dalberto Luan Belo, absen saat menjamu Madura United. Penyerang asal Brasil itu, masih berada di kampung halamannya.
Apalagi Inal -panggilan akrab General Manager Arema- juga mengaku belum mendapatkan kepastian tanggal Dalberto bisa terbang ke Malang. Apalagi pencetak 10 gol di musim ini untuk Arema FC, bakal mengajak istri dan anaknya yang masih berusia sekira tiga bulan.
Padahal untuk bisa tinggal di Indonesia, Dalberto harus melengkapi dokumen berkas-berkas administrasi istri dan anaknya. Salah satunya membuat paspor untuk mereka berdua di kantor imigrasi Brasil, yang kabarnya membutuhkan waktu sekira tiga pekan.
“Sempat ada masalah administrasi paspor anaknya yang harus diselesaikan. Ada kesalahan cetak di nama orang tuanya.
“Apalagi anaknya kan baru lahir, jadi agak rumit urusannya di kantor imigrasi sana,” kata Inal.
Karena faktor itulah, Inal mengaku peluang Dalberto bisa turun lawan Madura United, sangat kecil sekali.
Karena jika masalahnya pada visa di Indonesia, Arema FC yakin bisa menyelesaikan urusan tersebut.
Tapi karena ini masalahnya ada di Brasil dan tidak hanya untuk Dalberto saja. Melainkan untuk istri dan anaknya, menjadikan Arema tidak bisa berbuat apa-apa.
“Karena ada masalah itu, kita mencoba memahami kendalanya. Itu di luar kuasa kita. Benar-benar karena faktor non teknis,” jelas Inal.
Itulah sebabnya, Inal sudah meminta kepada asisten pelatih Andre Caldas Costa, untuk mulai mempersiapkan skema main tanpa Dalberto.
Arema pun sudah mempersiapkan Dedik Setiawan dan beberapa pemain lain, untuk menempati posisi yang ditinggalkan Dalberto.
“Sebenarnya sayang. Tapi kita tidak bisa apa-apa. Semuanya karena faktor non teknis.”
“Karena itu, dalam beberapa kali latihan, Dedik sudah kami siapkan untuk posisi tersebut,” demikian ujar Inal. (*/Ra Indrata)




