MALANG POST – Pemkot Batu ngebut merapikan wajah kota. Menjelang tutup tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu memacu percepatan revitalisasi pedestrian sekaligus perbaikan drainase di berbagai titik strategis. Sedikitnya ada 11 lokasi yang digarap serentak.
Hingga pertengahan Desember ini, progres pengerjaan rata-rata sudah menyentuh 90 persen. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Batu memperindah kawasan perkotaan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di koridor-koridor yang padat aktivitas dan menjadi jalur wisata.
Tak sekadar mempercantik trotoar, proyek ini juga menyasar penguatan infrastruktur dasar. Sistem drainase di bawah pedestrian diperbaiki dan diganti dengan box culvert, agar mampu menampung debit air lebih optimal dan meminimalkan potensi genangan saat hujan.
Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Afli Nurhidayat menegaskan, bahwa revitalisasi dilakukan secara menyeluruh. Struktur lama dibongkar, lalu diganti material baru yang lebih kokoh, fungsional dan ramah lingkungan.
“Kami tidak hanya memperbaiki tampilan pedestrian, tetapi juga memperkuat drainase di bawahnya. Jadi fungsi estetika dan keselamatan pejalan kaki bisa berjalan seiring,” ujar Afli, Kamis (18/12/2025).
Sejumlah ruas utama yang direvitalisasi itu antara lain Jalan Brantas, Gajahmada, Dewi Sartika, Patimura, Sultan Agung (arah bawah), Agus Salim, Jalan Kawi, hingga kawasan timur Alun-Alun Kota Batu. Pekerjaan juga menyasar area pendidikan dan permukiman, seperti pedestrian SMPN 3 Beji, SMAN 1 Batu (Agus Salim), Jalan Abdul Gani, serta Sutan Hasan Halim.
“Berdasar laporan tim teknis, progresnya bervariasi antara 85 hingga 95 persen. Bahkan di beberapa titik sudah ada yang 100 persen,” jelas Afli.

HAMPIR TUNTAS: Proses pengerjaan proyek pedestrian di sejumlah titik Kota Batu hampir tuntas, bahkan di beberapa titik lain sudah selesai 100 persen. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kontrak pengerjaan rata-rata berakhir 29 Desember. Namun, PUPR menargetkan proyek bisa selesai lebih cepat. Untuk mengejar target tersebut, kontraktor diminta melakukan percepatan, terutama pada titik-titik di jalur utama kota.
“Setidaknya yang berada di jalan raya kami dorong agar selesai lebih dulu. Saat ini mayoritas pekerjaan pedestrian tinggal tahap akhir, yakni finishing pemasangan concrete dan stamped concrete,” katanya.
Afli menyebut, beberapa lokasi yang sudah rampung sepenuhnya. Di antaranya kawasan timur Alun-Alun Kota Batu, Sumberejo, Tlekung, Panglima Sudirman dan Sutan Hasan Halim. Sementara di depan SMPN 3 Kota Batu, progres masih berada di kisaran 90 persen.
“Kami ingin semuanya tuntas sebelum tenggat. Sekarang pengerjaan tidak hanya siang hari. Ada penambahan shift, dari yang semula pagi–sore, kini ada yang malam hingga pagi. Jumlah pekerja juga di lakukan penambahan,” ungkapnya.
Pada tahap akhir, pekerjaan difokuskan pada finishing. Pedestrian menggunakan concrete akan ditimpa lagi dengan stamped concrete, yakni beton bermotif yang tidak hanya kuat, tetapi juga memberi nilai estetika pada ruang publik.
“Prosesnya relatif cepat. Beton dituang, diratakan, lalu bagian atasnya diberi motif. Itu lapisan paling akhir,” terangnya.
Ia mengakui, sebelumnya sempat ada kendala pada tahap produksi material beton di pabrik, terutama terkait distribusi. Maklum, pabrik melayani permintaan tidak hanya dari Malang Raya, tetapi juga wilayah lain di Jawa Timur.
“Namun saat ini semua sudah aman. Material sudah dipesan, dibayar lunas dan siap dikirim. Tinggal proses perataan dan finishing di lapangan,” tegas Afli.
Dengan percepatan ini, ia berharap revitalisasi pedestrian dan drainase bisa segera dinikmati masyarakat. Tidak hanya membuat kota tampak lebih rapi dan cantik, tetapi juga menghadirkan ruang jalan kaki yang aman, nyaman dan mendukung citra Kota Batu sebagai destinasi wisata ramah pejalan kaki. (Ananto Wibowo)




