MALANG POST – Lulut Gilang Saputra, M.Pd., dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FIK Universitas Negeri Malang (UM), membuktikan bahwa pengabdian pada ilmu pengetahuan bisa selaras dengan pengabdian pada bangsa.
Menjadi dosen sekaligus atlet nasional bukan perjalanan mudah. Selama 16 tahun berkecimpung di gulat nasional, Lulut telah menapak berbagai panggung bergengsi, termasuk SEA Games 2023 di Kamboja.
Pada 2024, ia kembali mengharumkan tim nasional dengan meraih medali emas pada PON Aceh–Sumut 2024, menundukkan pesaing kuat dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.
Tantangan utama bagi Lulut adalah manajemen waktu. Dalam wawancara eksklusif dengan Tim Humas UM pada 11 Desember 2025 yang disampaikan ke Redaksi Malang Post, ia mengakui bahwa ritme latihan pagi dan sore harus berjalan beriringan dengan tugas mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dukungan pimpinan fakultas serta strategi perkuliahan berbasis tim memudahkan proses pembelajaran tetap berjalan walau dirinya sedang mengikuti pemusatan latihan nasional.

Sebelum berangkat ke pelatnas, Lulut memastikan semua kegiatan lapangan untuk penelitian dan pengabdian telah tuntas. Analisis data dan penulisan laporan dikerjakan bersama rekan dosen dan mahasiswa mitra riset—sinergi yang ia pandang sebagai energi positif untuk menjaga fokus dan konsistensi.
Saat ini, Lulut berada di Jakarta untuk persiapan akhir. Ia berangkat ke Thailand pada 15 Desember 2025 dan bertanding dua hari kemudian. Meski jadwal makin padat, ia tetap bersyukur dan bertekad kuat.
“Kesempatan ini akan saya perjuangkan semaksimal mungkin. Semoga diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan, serta bisa menyumbangkan medali emas kedua untuk Indonesia dan mengharumkan nama Universitas Negeri Malang,” ujarnya.
Kisah Lulut menegaskan komitmen sivitas UM dalam meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Kerja keras, disiplin, dan kolaborasi di balik layar riset serta pengabdian membuktikan bahwa prestasi yang berdampak bagi bangsa bisa lahir dari perpaduan antara ilmu pengetahuan dan semangat Merah Putih. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




