KRONOLOGIS: Bupati Malang, HM Sanusi, menyempatkan diri berbincang dengan warga setempat, untuk menyampaikan kehati-hatiannya terhadap bahaya bencana alam. (Foto: Prokopim Sekda. Kab. Malang)
MALANG POST – Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Malang. Kali ini pada Sabtu (6/12/2025) pagi, tanah longsor terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Longsor yang melanda kawasan RT 03 RW 04, menyebabkan kamar mandi umum di lereng pemukiman runtuh tertimpa material tanah dan sebuah pohon beringin besar yang tumbang. Saat kejadian, dua warga sedang berada di dalamnya.
Satu orang meninggal akibat kejadian tersebut. Yakni Nur Rochmah (55). Sementara Erniwati (42) berhasil selamat meski tertimpa reruntuhan.
Penyebab utama diduga karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama dua hari berturut-turut, membuat tanah labil dan tak mampu menahan beban pohon berdiameter 200 cm dan tinggi sekitar 40 meter itu.
Bupati Malang, HM Sanusi, bersama istri yang sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah Sanusi, melakukan takziah ke kediaman korban, Minggu (7/12/2025) pagi.
Kehadiran Bupati beserta rombongan, merupakan bentuk empati dan perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Malang, terhadap keluarga korban yang terdampak bencana alam tanah longsor.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudari kita.”
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutur Abah Sanusi, panggilan akrab Bupati Sanusi.
Selain takziah, Abah Sanusi juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai serta paket sembako, untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

EMPATI: Bupati Malang, HM Sanusi, saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban tanah longsor di Desa Mulyorejo, Lawang. (Foto: Prokopim Sekda. Kab. Malang)
Ditegaskan, pemerintah daerah akan terus mendampingi warga terdampak bencana. Baik dalam proses pemulihan maupun kebutuhan darurat di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Malang akan selalu hadir. Kami memastikan bantuan bagi keluarga korban maupun warga terdampak lainnya dapat tersalurkan dengan baik. Tidak hanya hari ini, tetapi juga dalam proses pemulihan selanjutnya,” imbuhnya.
Alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini juga menyampaikan, pihaknya telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Malang, perangkat desa dan kecamatan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat asesmen di lokasi kejadian.
“Kami telah meminta jajaran terkait, untuk segera melakukan langkah mitigasi lanjutan, termasuk pemetaan kawasan rawan longsor, pemeriksaan kondisi kontur tanah, serta pengecekan pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan. Langkah preventif menjadi sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Longsor itu sendiri, terjadi pada Sabtu (6/12/2025) pagi. Kamar mandi umum yang berada di lereng area pemukiman, mendadak runtuh setelah tertimpa material tanah longsor dan pohon besar yang tumbang.
Pada saat kejadian, dua warga sedang mencuci pakaian di fasilitas tersebut. Material longsor yang begitu cepat dan berat, menyebabkan salah satu warga, Nur Rochmah (55), meninggal dunia. Sementara satu warga lainnya, Erniwati (42), berhasil selamat meskipun sempat tertimpa reruntuhan.
Dari hasil peninjauan lapangan, diketahui intensitas hujan sedang hingga tinggi yang terjadi selama dua hari terakhir menjadi penyebab utama tanah di kawasan tersebut menjadi labil.
Tanah tidak mampu menahan beban sebuah pohon beringin berdiameter sekitar 200 sentimeter dan tinggi kurang lebih 40 meter. Pohon tersebut kemudian tumbang dan menimpa bangunan kamar mandi umum serta area di sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, politisi PDI Perjuangan ini turut mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Malang, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
“Kami mengingatkan warga untuk segera melaporkan, jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan pada bangunan, atau pohon besar yang terlihat miring. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, relawan, hingga warga setempat, untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi potensi bencana alam.
“Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan kita dalam menghadapi situasi seperti ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan saling membantu, In Sya Allah kita bisa meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkas pria asal Gondanglegi ini. (*/prokopim/ra indrata)




