MALANG POST – Birokrasi Kota Batu kini bergerak menuju era baru. Tak lagi mengandalkan rutinitas, penataan jabatan ASN bakal ditentukan dari peta talenta yang disusun secara sistematis. Langkah itu mengemuka dalam sosialisasi manajemen talenta ASN yang digelar BKPSDM Kota Batu.
Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi menyebut, peningkatan kualitas ASN kini menjadi prioritas daerah, merupakan amanat UU Nomor 20 Tahun 2023 yang menempatkan manajemen talenta sebagai salah satu fondasi penting sistem merit.
Pemkot Batu wajib mempersiapkan talenta terbaik melalui pemetaan ASN yang terukur, sistematis dan berkelanjutan. “Kompetensi dan potensi ASN harus terukur dengan baik agar mampu mendukung peningkatan kinerja aparatur dan transformasi menuju sistem merit,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Wali Kota Batu, Nurochman menekankan, pentingnya sinergi lintas perangkat daerah untuk mempercepat implementasi sistem manajemen talenta. Ia menyampaikan bahwa penataan jabatan ke depan tidak lagi mengandalkan rutinitas administratif, melainkan berbasis data talenta yang lebih objektif.
“Rotasi dan penempatan jabatan harus didasari potensi, kemampuan dan prestasi ASN. SIMATA BKN akan menjadi referensi penting menentukan posisi yang tepat bagi setiap ASN,” tegasnya.

APEL RUTIN: Wali Kota Batu, Nurochman saat memimpin apel rutin bersama ASN di lingkungan Pemkot Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur juga menjelaskan detail proses, tahapan, hingga output manajemen talenta melalui aplikasi SIMATA BKN. Menurutnya, sistem ini memuat lima tahapan pokok, yakni akuisisi talenta, pengembangan talenta, retensi talenta, penempatan talenta, serta monitoring dan evaluasi.
“Seluruh tahapan itu dirancang untuk memastikan ASN memiliki jalur karier yang jelas, terarah dan dapat diukur secara akuntabel,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pejabat juga mendapat arahan teknis terkait penginputan data ke aplikasi SIMATA sebagai bagian dari pemetaan talenta ASN di Kota Batu. Langkah ini menjadi pintu awal penerapan sistem merit yang lebih matang di lingkungan Pemkot Batu.
Harapannya, implementasi manajemen talenta berbasis SIMATA BKN tidak hanya memperkuat kualitas SDM ASN, tetapi juga mendorong lahirnya tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, transparan dan akuntabel.
“Pemkot Batu menargetkan seluruh proses pemetaan talenta dapat berjalan optimal, demi mempercepat transformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas,” tutup Cak Nur. (Ananto Wibowo)




