MALANG POST – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Batu menggelar rapat koordinasi Tahap IV menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Mengusung tema ‘Merajut Kolaborasi Stakeholder dalam Kesiapan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026’, rapat tersebut menjadi forum finalisasi lintas sektor untuk memastikan Kota Batu siap menyambut lonjakan wisatawan.
Melalui forum itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, untuk mengatur pergerakan lalu lintas pada masa puncak kunjungan wisata. Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan bahwa kesiapan lalu lintas menjadi faktor penentu kenyamanan wisatawan saat memasuki Kota Batu.
“Kesiapan lalu lintas adalah kesan pertama bagi pengunjung. Kita harus meninggalkan ego sektoral dan merajut sinergi. Wisatawan mancanegara kini tertarik pada wisata alam kita, maka diperlukan promosi dengan gaya dan bahasa global,” tuturnya, Kamis (4/12/2025).
Sebagai langkah strategis jangka panjang, Wali Kota mengungkapkan rencana pembukaan akses jalan baru bekerja sama dengan Perhutani. Rute tercepat yang sedang dikaji adalah jalur penghubung melalui Sukorejo dan Lawang, yang diharapkan mampu mengurangi beban kepadatan saat momen liburan.
Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan konsep pembangunan parkir bertingkat dengan skema non-APBD, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat rekayasa lalu lintas.
“Kami meminta seluruh sektor menghindari penggunaan diksi ‘macet’ dalam penyampaian informasi publik dan menggantinya dengan narasi yang lebih positif serta edukatif. Sehingga tidak menghasilkan kesan negatif kepada masyarakat dan wisatawan,” tuturnya.
Rapat koordinasi FLLAJ ini menegaskan bahwa penanganan arus wisatawan Nataru bukan hanya tugas pemerintah atau kepolisian, melainkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Kota Batu, sebagai destinasi wisata unggulan, dituntut mampu menjaga kenyamanan dan kelancaran mobilitas pengunjung. Kami optimistis Kota Batu dapat melalui puncak libur Nataru 2025/2026 dengan lancar, tertib dan aman,” katanya.

MATANGKAN SKEMA: FLLAJ Kota Batu melakukan rapat koordinasi terakhir pematangan skema jelan Nataru 2025/2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kepala Dinas Perhubungan, Hendry Suseno menyampaikan, prediksi lonjakan volume lalu lintas mencapai 19–20 persen pada masa libur Nataru kali ini. Kondisi itu berkaca dengan adanya dua kali long weekend berdekatan.
“Kami menyiapkan personel, sarpras dan memaksimalkan perlengkapan jalan pada saat operasi berlangsung. Semua perangkat kami optimalkan,” ujarnya.
Dishub juga akan menggelar Rampcheck di delapan titik untuk memastikan kelaikan kendaraan angkutan wisata. Untuk manajemen parkir, Dishub akan mengoprasikan gate parking di Alun-alun Kota Batu.
“Selain itu, kami juga akan melakukan pengosongan SRP di depan Bakso Kota untuk dialihkan ke kantong parkir Alun-alun, serta memindahkan parkir bus ke sejumlah rest area,” tambahnya.
Dari sisi keamanan dan pengendalian lalu lintas, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim memaparkan, persiapan pengamanan yang melibatkan 293 personel. Polres Batu juga mendirikan 6 Pos Pengamanan (Pos Pam) dan satu Pos Pelayanan (Pos Yan), di mana Pos Yan Batos difungsikan sebagai command center utama.
“Penegakan pelanggaran akan diperkuat dengan 10 titik ETLE statis dan satu mobil ETLE. Rekayasa lalu lintas bersifat dinamis dan diberlakukan sesuai perkembangan arus kendaraan,” tambahnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah opsi rekayasa lalin apabila timbul kepadatan. Diantaranya seperti melakukan contraflow dari pertigaan Krematorium hingga simpang tiga Dewi Sartika. Lalu one way di sepanjang Jalan Ir. Soekarno dengan alternatif rute Wukir atau Junrejo.
Kemudian, penutupan total ruas jalan di sekitar Alun-alun Kota Batu saat malam pergantian tahun dan pengaturan berbasis trouble spot dan volume-based traffic engineering.
“Rekayasa lalin akan diaktifkan ketika indikator tertentu terpenuhi, seperti arus kendaraan exit tol di atas 1.500 unit atau okupansi hotel mencapai 80 persen,” tambahnya.
Polres Batu juga meminta dukungan dari PHRI dan pelaku usaha wisata untuk menyediakan kantong-kantong parkir tambahan, guna mengurangi parkir di tepi jalan yang kerap menjadi pemicu kepadatan. (Ananto Wibowo)




