FIB UB menganugerahkan Anugerah Sabda Budaya (ASB) kepada tiga seniman nasional dari bidang sastra, seni tradisi dan seni rupa di momen dies natalis ke-16 (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya merayakan dies natalis ke-16 dengan rangkaian acara bergengsi serta Orasi Ilmiah dan penganugerahan Sabda Budaya kepada para seniman.
Sejumlah unsur penting hadir memeriahkan momen spesial ini, di antaranya Rektor Universitas Brawijaya beserta para wakilnya, Dekan FIB beserta jajarannya, serta tamu undangan lainnya.
Koordinator Anugerah Sabda Budaya sekaligus ketua Tim Kurator, Yohanes Padmo Adi Nugroho mengatakan, penghargaan ini sebagai salah satu upaya FIB untuk mengangkat dan mengapresiasi karya para seniman dan budayawan Indonesia.
“Para penerima penghargaan telah menciptakan karya seni yang menginspirasi di bidangnya masing-masing,” ujar Padmo di sela kegiatan.
Menurutnya, proses kurasi berlangsung cukup panjang. Nama-nama para nominator telah masuk dalam daftar sejak tahun-tahun sebelumnya, tetapi melalui diskusi mendalam, tim akhirnya menetapkan tiga penerima yang dianggap paling layak pada tahun ini.
“Setiap tahun jumlah nominator terus bertambah, ada lebih dari 10 nama di setiap tangkai kategori. Namun tahun ini kami sepakat memilih tiga seniman yang bukan hanya unggul, tetapi juga berdampak sesuai moto FIB yakni unggul dan berdampak,” ujar Yohanes.
Pada ASB 2025, terdapat tiga kategori utama yang dianugerahkan, yaitu Bidang Sastra diraih Tengsu Cahyono yang merupakan penyair, sastrawan, dan cerpenis yang dikenal luas melalui temuan genre baru pentigraf. Kemudian Seni Tradisi (Tari) diraih Winarto Ekram, pelestari sekaligus inovator tari yang mengembangkan genre-genre baru seperti drama tari, sindra tari, hingga teater tari, serta mendirikan sekolah tari.
“Sedangkan di bidang Seni Rupa diberikan pada Dadan Rukmana, seniman rupa dengan teknik dan metode berkarya yang sangat khas dan berpengaruh,” ujarnya.
Menurut Padmo, para penerima anugerah tahun ini bukan hanya memiliki capaian artistik yang luar biasa, tetapi juga memiliki dampak sosial yang kuat, baik kepada masyarakat maupun kepada FIB UB melalui kolaborasi jangka panjang.
Dalam sambutannya, Dekan FIB, Sahiruddin, Ph.D., mengungkapkan rasa syukur atas sejarah panjang FIB dalammengembangkan ilmu budaya, bahasa, dan sastra. Beliau juga menyampaikan penghormatan kepada para pendahulu yang telah menorehkan kontribusi besar bagi kemajuan fakultas serta Universitas Brawijaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi Dies Natalis FIB sejak 2018, dengan menggelar Orasi Ilmiah dan Anugerah Sabda Budaya. Untuk tahun ini, tema yang diusung adalah “Samadya danasamara manunggal rasa,” yang berarti bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia.
FIB UB menegaskan diri sebagai agen kebudayaan di tingkat global. Fakultas ini memiliki rumah budaya di Cina dan menyediakan pengajar Bahasa Indonesia di sana melalui kerja sama internasional. Selain itu, FIB juga aktif mendorong kemajuan kebudayaan lewat berbagai proyek digitalisasi karya budaya, seperti batik dan program-program lain yang memperluas jangkauan budaya Indonesia ke dunia. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen menjadikan Kota Malang sebagai kota yang diakui UNESCO.
FIB UB membanggakan sepuluh program studi unggulan dengan akreditasi internasional. Fakultas bertekad menuju zona integritas dengan layanan prima, sekaligus menjaga kearifan lokal untuk memperkuat akedemisi yang tangguh serta semangat kebudayaan lokal yang tinggi.
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. menegaskan bahwa penghargaan kepada tokoh tokoh kebudayaan ini bukan sekadar ceremonial, melainkan bentuk apresiasi nyata bagi para ahli di bidang kebudayaan yang telah berdedikasi untuk kelestarian kebudayaan di Indonesia.
Kebudayaan dinilai sebagai ciri bangsa Indonesia, mencerminkan keberagaman suku, bahasa, dan tradisi yang membentuk identitas nasional yang kaya.
Kebudayaan menjadi puncak dari berbagai kebudayaan daerah, mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, serta terwujud dalam seni, pakaian adat, kuliner, upacara adat, dan kekuatan budaya Indonesia secara keseluruhan. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Penerima Anugerah Sabda Budaya tahun 2025 FIB:
- Tengsoe Tjahjono — untuk kategori Sastra
- Winarto Ekram — untuk kategori Seni Tradisi
- Dadang Rukmana — untuk kategori Seni Rupa




