MALANG POST – Batu Tourism Award 2025 kembali digelar penuh kemeriahan di Hall Singhasari Resort, Selasa (2/12) malam. Panggung megah, tata cahaya gemerlap, serta hadirnya ratusan pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, seniman, budayawan, hingga perwakilan desa wisata membuat suasana malam anugerah tertinggi sektor pariwisata Kota Batu itu terasa istimewa.
Mengusung tema “One Stop Holiday At Batu”, ajang tahunan ini tak sekadar menjadi panggung apresiasi, tetapi juga momentum memperkuat posisi Kota Batu sebagai Kota Wisata unggulan nasional. Tahun ini, Batu Tourism Award dirangkai dengan peluncuran Kalender Event 2026 yang memuat 24 agenda unggulan sepanjang tahun depan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menyatakan, penghargaan ini lahir dari semangat untuk menempatkan para pelaku pariwisata sebagai bagian terpenting dari kemajuan Kota Batu.
“Pariwisata Kota Batu tidak akan seperti hari ini tanpa kekompakan, kolaborasi dan sinergi semua pihak. Melalui Batu Tourism Award, kami memberikan apresiasi kepada insan pariwisata, ekonomi kreatif dan budaya yang telah berkontribusi besar menopang citra Kota Batu sebagai kota wisata,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Disparta juga menyerahkan lima Surat Keputusan (SK) penetapan cagar budaya tingkat Kota Batu. Selain itu, 24 agenda Kalender Event 2026 secara resmi diluncurkan. Mulai dari event budaya, festival kreatif hingga ajang berskala internasional tetap dipertahankan sebagai magnet wisatawan.
“Kalender event ini diharapkan menjadi panduan masyarakat dan wisatawan. Selain memperkuat branding Kota Wisata, event-event ini kami desain agar berkesinambungan, menarik dan memiliki daya tarik regional hingga global,” tambah Onny.

ANUGRAHKAN: Wali Kota Batu Nurochman saat memberikan piala dan piagam penghargaan kepada peraih Batu Tourism Award 2025. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Wali Kota Batu, Nurochman yang hadir menyerahkan penghargaan, menegaskan bahwa Batu Tourism Award adalah momen penghormatan bagi insan wisata, budaya dan ekonomi kreatif yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
“Apresiasi ini mungkin belum sepenuhnya bisa membalas kontribusi para pelaku wisata. Tapi inilah wujud sinergi antara pemerintah, dunia usaha, para seniman, budayawan dan seluruh stakeholder pariwisata. Membangun Kota Batu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri,” tuturnya.
Menurutnya, 19 kategori penghargaan yang diberikan dalam Batu Tourism Award 2025 adalah bukti bahwa kreativitas dan kerja keras pelaku pariwisata telah memberikan dampak nyata, utamanya bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Wali kota yang akrab disapa Cak Nur itu juga menyinggung soal penyusutan jumlah event pada Kalender Event 2026. Pada tahun sebelumnya, jumlah event lebih banyak, namun adanya efisiensi anggaran dan penurunan TKD membuat jumlahnya menyusut.
“Kalender event berisi 24 agenda kegiatan. Memang menurun cukup banyak. Tapi kami berkomitmen mengembangkan event-event ini, agar tetap memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, UMKM dan sektor akomodasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, meski jumlahnya berkurang, event-event besar tetap dipertahankan, seperti Batu Art Flower Carnival, Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) dan beberapa ajang unggulan lain yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemkot Batu membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat untuk menambah jumlah event dan memperkuat dampak ekonominya.
Menurut Cak Nur, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bersandar pada APBD. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar Kota Batu tetap menjadi destinasi favorit dengan ragam event menarik sepanjang tahun.
“Seluruh stakeholder pariwisata dan seni budaya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam menciptakan Kota Batu yang nyaman, hidup dan penuh daya tarik,” tegasnya.
Dengan peluncuran 24 event unggulan, deretan penghargaan bagi pelaku wisata, serta penetapan cagar budaya baru, Batu Tourism Award 2025 menjadi pijakan strategis menghadapi 2026. Kota Batu kembali menegaskan diri sebagai kota yang tak hanya indah secara alamiah, tetapi juga kaya kreativitas, budaya dan kolaborasi.
“Kami optimisistis pariwisata Kota Batu akan terus tumbuh, bergerak dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




