CERAH: Kondisi Jl Borobudur Kota Malang, Selasa (2/12/2025) pagi hari nampak cerah. Namun waspada di atas jam 14.00 bisa terjadi hujan. (Foto: Yanuar/Malang Post)
MALANG POST – BMKG melaporkan deteksi adanya dua Bibit Siklon Tropis, 97S dan 98S, yang saat ini aktif di wilayah perairan sekitar Indonesia.
Bersamaan dengan itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengeluarkan peringatan kewaspadaan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 2–10 Desember 2025.
Menurut keterangan resmi BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi akibat meningkatnya aktivitas atmosfer.
Taufiq menjelaskan bahwa hampir keseluruhan wilayah Jatim memasuki musim hujan, dan dalam sepuluh hari ke depan diprediksi terjadi intensifikasi cuaca ekstrem yang dipicu gelombang atmosfer Low, Kelvin, dan Rossby yang melintas di atas wilayah tersebut.
Selain itu, suhu muka laut di Selat Madura yang masih tinggi serta kondisi atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas turut memperkuat pembentukan awan konvektif pemicu hujan lebat.
“Pertumbuhan awan konvektif akan sangat dominan dalam periode ini. Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, termasuk kemungkinan terjadinya puting beliung maupun hujan es,” ujar Taufiq, Selasa (2/12/2025).
Taufiq menambahkan bahwa wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau dekat tebing memiliki risiko lebih besar terhadap banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan jarak pandang.
Aktivitas masyarakat, seperti mobilitas harian dan pekerjaan luar ruang, juga dapat terdampak akibat perubahan cuaca mendadak.
Ia mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG melalui citra radar cuaca WOFI, peringatan dini tiga harian, serta peringatan dini 23 jam ke depan yang diperbarui berkala di kanal BMKG Juanda.
“Kami mengajak masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini hanya dari sumber resmi BMKG.”
“Informasi dapat diakses melalui website BMKG Juanda, media sosial @infobmkgjuanda, layanan telepon 24 jam, maupun WhatsApp resmi. Dengan kewaspadaan bersama, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” tegasnya.
Peringatan ini berlaku untuk sebagian besar daerah di Jawa Timur, termasuk Malang Raya, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Banyuwangi, Gresik, Jember, Mojokerto, Surabaya, Blitar Raya, Kediri Raya dan wilayah lain yang diprediksi mengalami peningkatan cuaca ekstrem sepanjang periode tersebut. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




