Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, bersama Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar, menunjukkan MoU kerjasama kedua lembaga. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Dr Hj Ilfi Nurdiana, MSi, menjalin kerjasama dengan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Rosihon Anwar, MAg dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri Dr KH Reza Ahmad Zahid, Lc, MA. Penandatanganan MoU kerjasama itu dilakukan di ruang Rektor UIN Maliki Malang, Jalan Gajayana, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Senin (1/12/2025).
Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana, M.Si, menyambut baik kunjungan yang sekaligus melakukan kerja sama itu. “MoU ini bukanlah acara seremonial belaka. Namun kerja sama ini harus berdampak nyata bagi institusi kita,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Prof Ilfi juga memaparkan progres pembangunan Kampus 3 UIN Maliki Malang di Kota Batu, termasuk Gedung Fakultas Kedokteran modern yang didesain menampung 1.600 mahasiswa. Gedung itu dilengkapi dengan fasilitas laboratorium mutakhir, ruang kuliah nyaman, dan rooftop cafe untuk menunjang proses belajar.
Prof Ilfi juga memberikan apresiasi kepada Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Rektor UIT Lirboyo Kediri, yang telah berkolaborasi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN),
“Dengan kerja sama itu, tentunya akan mendorong lahirnya berbagai program penguatan kapasitas kelembagaan, mulai dari percepatan pendirian Fakultas Kedokteran, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, hingga program akademik lain yang berdampak luas bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr Rosihon Anwar, MAg mengungkapkan, bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari komunikasi panjang yang telah terjalin lama, yang sebenarnya sebagai pembicaraan lama. Dia mengaku sering bertemu Rektor UIN Malang termasuk di Bali. Dia menyampaikan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Bandung menjadi kebutuhan mendesak, mengingat Jabar berpenduduk 50 juta jiwa dan membutuhkan tenaga medis yang berkualitas.
Sementar itu Rektor UIT Lirboyo Dr KH Reza Ahmad Zahid, Lc, MA menekankan bahwa hubungan kultural antara Lirboyo dan UIN Malang sudah terbangun sejak lama. Dan banyak santri Lirboyo melanjutkan studi di UIN Malang, bahkan dosen-dosen kampus hijau itu rutin mengajar di UIT.
“Hampir setiap semester ada dosen UIN Malang yang memberi kuliah. Kolaborasi ini tinggal melanjutkan tradisi baik ini,” jelasnya.(*/Eka Nurcahyo)




