Soraya Alifa Ni mah Al Farida, S.Pi. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Dua wisudawan terbaik UB pada periode VII ini memang memiliki latar belakang berbeda. Namun keduanya istimewa karena menyelesaikan kuliah di UB dengan predikat sangat memuaskan. Mereka adalah Yohanes Audric Alimsjah, S.Ked. (FK) dan Soraya Alifa Ni mah Al Farida, S.Pi. (FPIK).
Soraya adalah putri sulung dari tiga bersaudara. Ketertarikannya terhadap lingkungan sudah dirasakannya sejak duduk di bangku SMA. Ia menyatakan ketertarikannya pada bidang lingkungan karena menurutnya hal ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun sering luput dari perhatian.
“Saya melihat manusia dan lingkungan memiliki hubungan yang unik karena saling timbal balik. Apabila tidak menjaga lingkungan dan mulai peduli dari sekarang, dampaknya akan kembali ke kita juga di masa depan,” ujar Soraya.
Sesuai passion-nya, Soraya menyelesaikan kuliah dengan IPK 3.92 dan melakukan riset analisis pencemaran air di Kali Kedung, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sebagai tugas akhir.
“Saya melakukan riset analisis tingkat pencemaran perairan mengalir menggunakan komunitas makroinvertebrata. Dari riset ini, saya melihat kondisi kualitas air melalui keberadaan organisme makroinvertebrata perairan. Berdasarkan komposisi dan respons organisme terhadap polutan, kita dapat menilai apakah sungainya masih bersih, mulai tercemar, atau sudah berat,” jelasnya.
Hasil penelitian menunjukkan perairan Sungai Kedung Pakis, Kabupaten Malang, termasuk kategori tercemar cukup berat karena banyak ditemukan makroinvertebrata toleran terhadap pencemaran, seperti gastropoda. Ia juga menyatakan bahwa beberapa parameter pencemaran menunjukkan kualitas air yang kurang baik.
Kedepan, Soraya ingin berkarier di bidang pengelolaan lingkungan, khususnya terkait monitoring kualitas air dan konservasi ekosistem.
“Jika lebih spesifik, saya ingin bekerja di lembaga atau perusahaan yang fokus pada environmental monitoring dan sustainability. Saya ingin turut berperan dalam mendukung lingkungan dan sumber daya yang berkelanjutan,” katanya.

Yohanes Audric Alimsjah, S.Ked. (Foto: Istimewa)
Sementara itu, Yohanes meraih gelar wisudawan terbaik dengan IPK 4.00 berkat karya skripsi yang sangat relevan dengan isu kesehatan nasional. Skripsinya berjudul “Hubungan Kadar Trombosit dengan Gambaran Luas Lesi Tuberkulosis Paru melalui Foto Chest X-Ray” ini merupakan bagian dari riset payung yang dibimbing Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes, Sp.Rad (K).
“Penelitian ini penting karena Indonesia masih menempati peringkat kedua kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia. Penelitian ini bertujuan menjembatani data laboratorium sederhana (kadar trombosit) dengan temuan radiologis yang kompleks (luas lesi TB paru). Harapannya adalah mengidentifikasi penanda biologis untuk menilai keparahan TB secara dini, sehingga memungkinkan tatalaksana yang lebih cepat dan tepat sasaran untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien TB di Indonesia,” jelasnya.
Saat ini Yohanes menjalani pendidikan profesi spesialis Dokter (Koas) di RSSA dengan jadwal padat. Ia membuktikan bahwa manajemen waktu yang tepat dengan menyusun timeline dan target jelas adalah kunci suksesnya, hal yang juga membuatnya aktif berorganisasi sejak tahun pertama di FK.
Prestasinya tidak hanya di tingkat nasional. Yohanes telah meraih berbagai penghargaan global, antara lain: 1. Pemenang SIMPIC 2025 (Winner of The 14th Siriraj International Medical Microbiology, Parasitology, and Immunology Competition), 2. Gold Medalist pada Individual Award di Mahidol University, Thailand, 3. Program PRALINE GLOBE 2024 di Division of HTLV-1/ATL Carcinogenesis and Therapeutics, Kagoshima University, Jepang
Ia juga aktif berpartisipasi dalam lomba bergengsi lainnya, termasuk RMO-IMO, CMU-IMC serta terlibat dalam lomba ilmiah hingga publikasi.
Kisah Yohanes dan Soraya membuktikan bahwa dedikasi, kerja keras dan manajemen waktu yang baik adalah kunci meraih prestasi tertinggi.
Berangkat dari inspirasi perjuangan tenaga kesehatan selama pandemi, mereka kini menjadi figur yang menjadi panutan untuk berprestasi yang siap berkontribusi bagi kemajuan kesehatan bangsa. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




