Bus Trans Jatim Koridor VIII Malang Raya akan di-launching Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Balaikota Malang, Kamis (20/11/2025). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Bus Trans Jatim yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dipastikan mengaspal di Malang Raya. Rencananya launching (peluncuran) bus ini akan dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Balaikota Malang, Kamis (20/11/2025) pukul 14.00 WIB.
“Ibu Gubernur yang me-launcing. Tiga kepala daerah di Malang Raya juga ikut hadir. Karena bersamaan kegiatan ini akan ada penandatanganan sinergitas tiga daerah Malang Raya. Sinergitas bidang apa, yang mengetahui Pemprov Jatim,” ujar Widjaja Saleh Putra, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rabu (19/11/2025).
Setelah peluncuran, Bus Trans Jatim Koridor VIII itu langsung melakukan uji coba. Total ada 14 bus, dengan rute Kota Malang-Kota Batu. “Tarif Kota Malang-Batu adalah Rp 5.000 per orang,” jelas Widjaja.
Informasinya, pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor VIII itu merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk memperluas jaringan transportasi publik yang terintegrasi dan modern. Koridor VIII oleh gubernur diminta melayani Malang Raya.
Bus Trans Jatim akan beroperasi dengan rute sepanjang 23 kilometer. Perjalanan dimulai dari Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang menuju Kota Batu, dengan Kabupaten Malang mendapat jatah 14 titik pemberhentian.
Di jalur Malang-Batu, beberapa perhentian antara lain rambu di depan Hotel Radho Sengkaling, rambu depan Gereja GKJW Jemaat Sengkaling, shelter di depan SDN 2 Mulyoagung, rambu di depan tempat cuci mobil Semanding 71, rambu Kantor Desa Sumbersekar, rambu dekat Jalan Makam Villa Podo Rukun, dan rambu Kampung Dokar Banjar, Desa Sumbersekar.
Sementara di jalur Batu-Malang, titik perhentiannya meliputi rambu di dekat agen LPG Kampung Dokar Banjar, rambu depan Villa Podo Rukun, rambu depan Mixue Sumbersekar, rambu Simpang 4 Semanding, rambu Simpang 3 SDN 2 Mulyoagung, shelter depan KUD Dau, dan shelter di depan Taman Rekreasi Sengkaling. Kedua jalur ini sama-sama melewati Terminal Landungsari, tepat di antara jalur MPU dan bus AKDP.
Armada Trans Jatim tidak akan masuk ke Terminal Bus Arjosari yang merupakan pusat layanan angkot. Kebijakan ini diambil untuk menghindari benturan langsung dengan trayek angkot eksisting.
Sebelumnya, para sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang, mengaku siap dengan adanya perubahan. Mereka menyambut positif dan siap mendukung transformasi transportasi publik, agar masyarakat yang memanfaatkan bisa merasa lebih aman dan nyaman.
Sikap itu disampaikan Perwakilan Forum Ketua Jalur Kota Malang, Stefanus Hari Wahyudi alias Sam Obek, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Kamis (6/11/2025).
Ketika itu Sam Obek menyebut, angkot memang puluhan tahun tidak berbenah. Tahun ini waktunya berubah dengan dukungan dari Pemkot Malang.
“Dalam penyusunan rute baru pun, para sopir angkot dilibatkan penuh. Termasuk para sopir yang berkesempatan menjadi driver Bus Trans Jatim, saat ini sedang dalam tahap rekrutmen dan koordinasi,” katanya.
Sam Obek berharap, ada sinergi maksimal bersama Dishub Kota Malang, dalam menyambut wajah baru transportasi publik di Kota Malang. Dia pun mengajak seluruh sopir dan warga Malang, memandang perubahan itu sebagai peluang positif. Pemkot Malang sendiri, juga tengah menyiapkan perubahan tatanan angkutan kota, agar lebih terintegrasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, Pemkot Malang memperhatikan nasib angkot lewat program buy the service. Yang memungkinkan angkot difungsikan untuk layanan pelajar sebagai pengganti bus sekolah. Anggarannya sudah disiapkan untuk 2026.
“Saat ini juga tengah dibahas juga perubahan rute angkot di Kota Malang, untuk memperluas jangkauan angkot terutama di titik yang selama ini belum terlayani. Karena sejak 1898, rute angkot di Kota Malang belum pernah diperbarui,” kata Widjaja.
Dengan begitu, menurut Widjaja, eksistensi angkot di Kota Malang bisa lebih bagus. Sehingga kesejahteraan warga yang terlibat di dalamnya juga bisa tersentuh.
DI sisi yang lain, Widjaja juga memastikan, operasional Bus Trans Jatim di Malang Raya akan dimulai 20 November 2025 dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
“Angkot tidak akan tersisih dengan adanya Bus Trans Jatim. Justru ini sebagai babak baru transportasi publik.”
“Para pengemudi angkot akan dilibatkan sebagai pengemudi, pramugara, hingga tim operator di layanan Bus Trans Jatim,” tandasnya.
Rute di Kota Malang dari terminal Hamid Rusdi sampai Landungsari (PP). Melewati Madyopuro, stasiun KA Kota Malang, Balaikota, Alun-alun Merdeka, Kayutangan Heritage, Ijen, Jalan Veteran, Dinoyo dan Landungsari sampai Kota Batu.
Tidak hanya itu, Widjaja menegaskan, dampak ekonomi juga diyakini akan mengikuti dengan kemunculan UMKM di sekitar halte-halte baru. Hingga berkurangnya kemacetan dan polusi menjadi dampak positif dari hadirnya Bus Trans Jatim.(*/Eka Nurcahyo)




