MALANG POST – Bukan sekadar potong tumpeng atau tiup lilin. Radio City Guide 911 FM punya cara tersendiri untuk merayakan hari jadinya yang ke-8. Stasiun radio kebanggaan warga Malang Raya itu memilih cara yang lebih bermakna, merayakan dengan menanam pohon dan menebar semangat cinta lingkungan.
Minggu (9/11/2025), puluhan kru dan pendengar setia City Guide berangkat konvoi menggunakan mobil Jeep dari Studio City Guide di Telogomas, Malang. Tujuannya ke Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Di tempat sejuk nan hijau itu, mereka menanam 80 bibit pohon.
Rinciannya, delapan di antaranya adalah pohon bambu, yang sengaja dipilih karena filosofinya. “Bambu itu punya akar yang kuat, baru tumbuh menjulang ke atas. Dan ketika sudah besar, semua bagiannya bisa dimanfaatkan,” ujar Founder Arema Media Group (Malang Post, Malang-Post.com dan Radio City Guide 911 FM), Imawan Mashuri.

TANAM POHON: Wali Kota Batu Nurochman bersama Founder Arema Media Group Imawan Mashuri saat berfoto usai melakukan penanaman pohon. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Gerakan penanaman pohon ini juga menjadi simbol harapan, agar City Guide terus tumbuh kokoh seperti bambu, mengakar kuat di bumi, menjulang memberi manfaat dan tetap hijau untuk semua.
Kota Batu dipilih bukan tanpa alasan. Daerah ini merupakan hulu Sungai Brantas, urat nadi kehidupan bagi sekitar 17 kabupaten/kota di Jawa Timur. Artinya, menjaga Kota Batu berarti menjaga kehidupan jutaan orang di hilirnya.
“Kita semua harus peduli dan inilah bentuk kepedulian itu. Langkah kecil ini kami harap bisa menggugah semua pihak untuk terus menjaga ekosistem Kota Batu,” tegas Imawan.
Ia menambahkan, perkembangan Kota Batu sebagai kota wisata patut disyukuri bersama. “Kekuatan alamnya luar biasa. Wisatanya tumbuh bukan karena dibuat-buat, tapi karena memang alamnya memberi. Kalau dikelola dengan bijak, Kota Batu bisa jadi destinasi kelas dunia tanpa kehilangan jati dirinya,” lanjutnya.

Imawan bahkan menyinggung pengalamannya berkunjung ke Luzern, Swiss. Sebuah kota yang menurutnya mirip Kota Batu dari segi potensi alam. “Di sana wisata dibangun dari kearifan lokal, bukan replika dari luar. Saya melihat semangat itu ada di Kota Batu di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman. Saya yakin beliau tidak akan membangun Disneyland di sini, tapi akan menguatkan potensi alam dan budaya lokal,” ujarnya.
Wali Kota Batu Nurochman hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan menunggangi vespa kesayangannya, Cak Nur—sapaan akrabnya—ikut menanam pohon bersama para peserta.
Menurutnya, gerakan City Guide ini sejalan dengan visi Pemkot Batu yang tengah memperkuat kesadaran kolektif menjaga lingkungan. “Kami punya komitmen kuat soal ini. Kota Batu adalah hulu dari Malang Raya. Karena itu, kami juga mengajak Kabupaten Malang dan Kota Malang ikut menjaga potensi air yang bersumber dari sini,” kata Cak Nur.

MENCANGKUL: Wali Kota Batu Nurochman saat mencangkul tanah untuk menutup lubang di pohon yang telah ditanamnya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia mengungkapkan, 60 persen wilayah Kota Batu adalah kawasan hutan, sementara sisanya berupa permukiman, pertanian dan area wisata. “Jadi jangan sampai ketika kita mengeksplor potensi wisata, justru merusak lingkungan. Ini yang terus kami jaga agar pembangunan tetap seimbang,” ujarnya tegas.
Gerakan tanam pohon bersama City Guide ini, menurutnya, adalah contoh nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah. “Keren banget, kegiatan ini sangat pro lingkungan. Ini juga sejalan dengan program kami untuk merawat lingkungan secara berkelanjutan agar kelestariannya bisa diwariskan ke anak cucu,” lanjutnya.
Meski begitu, Cak Nur tak menutup mata bahwa kondisi lingkungan di Kota Batu belum sepenuhnya ideal. “Ada beberapa titik yang rusak. Tapi kami belum melakukan pemetaan detail berapa persen kerusakannya. Itu akan segera kami lakukan sebagai dasar kebijakan ke depan,” paparnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga daerah tangkapan air agar debit air tak terus menurun. “Kalau kita tidak menanam kembali, sumber air akan menipis. Ini harus disikapi serius,” katanya.
Sementara itu, salah satu pendengar setia City Guide yang ikut gerakan itu, Karina Tri Puspita, mengaku senang bisa ikut terlibat langsung. “Penanaman pohon ini penting banget, apalagi saat ini memasuki musim hujan. Di Kota Malang sekarang juga sering banjir, jadi kegiatan ini benar-benar relevan,” ujarnya.
Baginya, ulang tahun City Guide kali ini terasa berbeda. “Tidak cuma seru, tapi juga punya makna. Kita jadi ikut berkontribusi kecil untuk bumi,” tutupnya.
Delapan tahun mengudara, City Guide 911 FM membuktikan diri bukan hanya sebagai radio informasi, tapi juga radio yang punya kepedulian sosial dan lingkungan. Ulang tahun bukan hanya tentang usia, tapi tentang menanam harapan secara harfiah, agar bumi tetap hijau dan lestari. (Ananto Wibowo)




