TUNJUK: Marcos Santos harus benar-benar meramu formasi terbaik untuk bisa menahan laju Borneo FC, saat menjamu tim asal Kalimantan itu di pekan ke-10 Super League, Minggu (26/10/2025) mendatang. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Kontestan Super League musim 2025/2026, sudah memainkan rata-rata delapan laga. Meski ada yang masih tujuh kali bertanding, atau bahkan sembilan kali.
Tetapi dari seluruh laga yang sudah dilakoni 18 tim peserta, catatan laga Borneo FC Samarinda, sangat fenomenal. Skuad berjuluk Pesut Etam ini, selalu menang dalam tujuh laga yang sudah dilakoni.
Tidak itu saja, tim yang saat ini dipoles Fabio Lefundes itu, menjadi tim yang paling sedikit kebobolan. Hanya kebobolan tiga gol dalam tujuh laga.
Fakta tersebut menjadikan Arema FC, yang bakal menjamu Borneo FC pada Minggu (26/10/2025) lusa di Stadion Kanjuruhan, harus benar-benar ekstra waspada.
Apalagi rekor Singo Edan saat menjadi tuan rumah di stadion yang berada di Kepanjen, Kabupaten Malang, tidak terlalu bagus.
Empat kali menggelar laga kandang, dua diantaranya berakhir dengan kekalahan. Yakni saat menjamu Dewa United dan Persib Bandung. Skor kekalahan di dua laga itu sama, 1-2.
Belum lagi rekor pertemuan dengan Borneo FC, juga tidak terlalu impresif. Dalam lima pertemuan terakhir, hanya sekali menang, sekali seri dan tiga kali kalah. Dengan tiga kekalahan itu, justru didapatkan saat Arema menjadi tuan rumah.
Tak heran jika pertemuan kedua tim di pekan ke-10 mendatang, akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih asal Brasil, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves. Karena skuad yang dipimpin dalam delapan laga yang sudah dilakoni, juga masih angin-anginan.
Di lima laga terakhirnya, Arema hanya mencatatkan sekali menang, dua kali seri dan dua kali kalah. Dua kekalahan didapatkan di laga kandang. Justru saat tandang, Arema FC belum terkalahkan.
Belum konsistennya permainan Johan Ahmat Alfarizie dan kawan-kawan, salah satu penyebabnya karena Marcos Santos masih belum menemukan formasi terbaiknya. Dalam setiap laga, pasti selalu ada perubahan pada starting eleven.
Utamanya pada formasi pemain asing, pelatih 46 tahun itu terlihat belum menemukan pakem. Ditambah dengan silih bergantinya pemain asing, yang tidak bisa tampil karena berbagai sebab.
Baru ketika dijamu PSM Makassar pada Minggu (19/10/2025) kemarin, Marcos Santos terlihat mulai memiliki gambaran formasi ideal untuk legiun asingnya.
“Dari pertandingan kemarin (lawan PSM), kita membuktikan memiliki kebersamaan dan kekompakan sehingga dapat 3 poin.”
“Kami harus mempertahankan kerja keras, kekompakan dan kebersamaan ini untuk hasil positif di pertandingan berikutnya,” terang Marcos Santos, saat dikonfirmasi Kamis (23/10/2025).
Pelatih berlisensi Pro Conmebol ini juga mengakui, masuknya Valdeci dan Betinho, membuat lini pertahanan dan tengah menjadi lebih solid.
Ditambah penampilan apik Julian Guevara, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, membuat benteng Arema sulit ditembus.
Pemain asal Kolombia itu, meski sudah dua musim bersama Arema FC, tetapi baru di pekan ke-9 kemarin, tampil sebagai starter. Bahkan dalam delapan laga Arema FC, baru dua pertandingan yang dilakoninya.
Atas sukses meraih tiga poin kandang pertamanya, Marcos Santos berharap bisa memutus rekor negatif saat bermain kandang. Pemain-pemain yang diturunkan ketika dijamu PSM, diprediksi akan tetap dipertahankan untuk laga pekan ke-10.
Karena saat menjamu Borneo FC, kata Marcos, Arema tidak sekadar perlu formasi pemain yang ideal. Tetapi juga semangat tempur, kebersamaan dan kesolidan di semua lini.
“Dengan kerja keras semua pemain, kami yakin bisa mempertahankan tiga poin nanti. Saya akan menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Borneo FC,” kata pelatih yang di Super League 2025/2026 ini, menjadi musim pertamanya di kancah sepak bola di tanah air. (*/Ra Indrata)




