MALANG POST – Kota Batu kini punya wajah baru untuk merayakan ulang tahunnya. Logo Hari Jadi ke-24 resmi diluncurkan di Alun-alun Kota Batu, di tengah riuh aksi ribuan relawan World Cleanup Day (WCD) 2025. Logo baru ini tidak sekadar simbol. Ia lahir dari hasil sayembara desain.
Membawa tagline “Sedoyo Sae” yang bermakna semua baik, semua bersatu dan semua memberi kebaikan. Filosofi yang ingin ditegaskan dari logo tersebut adalah, meski masyarakat Kota Batu heterogen, mereka tetap bisa guyub, bergotong royong dan bergerak bersama menuju kota yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.
“Peringatan Hari Jadi Kota Batu nanti bukan hanya seremoni. Kita ingin ada jejak manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan logo ini, kita menyatukan semangat menjaga lingkungan, karena itulah identitas Kota Batu,” tegas Wali Kota Batu, Nurochman.
Logo tersebut menampilkan angka 24 dengan gaya dinamis. Usia Kota Batu yang mulai dewasa digambarkan lewat garis tegas namun tetap luwes. Warna cerahnya melukiskan keelokan alam, keramahan masyarakat, serta daya tarik pariwisata. Sementara ornamen yang menyatu di dalamnya mengisyaratkan kekuatan alam, komitmen menjaga lingkungan dan gotong royong warga.

Tak heran, peluncuran logo ini dipadukan dengan suasana aksi bersih-bersih World Cleanup Day (WCD) yang juga digelar di 24 titik di seluruh Kota Batu. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ulang tahun kota bukan sekadar pesta, melainkan ajakan kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Bersamaan dengan itu, Pemkot Batu juga membagikan 2.400 paket kompos hasil olahan Big Composter di TPA Tlekung. Kompos ini dibagikan gratis ke masyarakat, sekolah dan komunitas lingkungan.
“Logo ini bukan hanya desain grafis, tapi simbol komitmen. Usia 24 tahun kita jadikan energi baru untuk terus melangkah maju. Semua elemen masyarakat harus bersatu, memberikan kebaikan dan menjadikan Batu kota yang semakin sae,” tambah Cak Nur.
Cak Nur menegaskan, dengan tagline “Sedoyo Sae”, Pemkot Batu ingin Hari Jadi ke-24 bukan sekadar pengingat usia, tapi titik tolak menuju masa depan yang lebih baik. Lebih bersih, lebih sehat, lebih harmonis dan tentu saja, lebih sejahtera. (Ananto Wibowo)




