
TERBAIK: Salah satu penyelamatan gemilang yang dilakukan Adi Satryo, dengan mementahkan tandukan kepala pemain Persijap di laga Sabtu (30/8/2025) kemarin. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Kiper Arema FC, Adi Satryo, kembali terpilih sebagai player of the match. Ketika Arema FC dijamu Persijap Jepara. Di pekan keempat Super League musim 2025/2026.
Ini adalah gelar kedua yang diterima mantan kiper PSIS Semarang, dalam empat laga yang dilakoni bersama Arema FC di Super League. Sebelumnya, Adi berhasil menjadi Player Of The Match saat Arema menahan imbang PSIM Yogyakarta 1-1.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (30/8/2025) sore itu, kiper berusia 24 tahun ini, mampu melakukan enam kali penyelamatan gemilang.
Tidak itu saja, pada pekan keempat tersebut, Arema berhasil meraih clean sheet pertamanya. Dengan Adi Satryo yang selalu berada di bawah mistar gawang.
Catatan statistik di laga yang disaksikan 5.713 penonton menunjukkan, kiper kelahiran Tangerang ini mencatatkan 20 kali passing sukses, dua kali free kick, sekali takling sukses dan sekali clearance.
“Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada keluarga, istri, teman dan semua yang mendukung saya.”
“Pertandingan hari ini cukup melelahkan. Kita bermain 10 lawan 10. Cukup seru dan cukup sengit. Alhamdulillah kita meraih satu poin di laga tandang,” kata kiper dengan 15 cap bersama Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia tersebut.
Adi Satryo juga merasa, raihan satu poin yang didapatkan Arema dari kandang Persijap, adalah perjuangan ekstra ketat. Apalagi dengan banyaknya pemain inti Arema, yang tidak bisa tampil karena berbagai sebab.
“Yang pasti kita harus berpikir positif, karena kita sudah berhasil meraih satu poin di tandang.”
“Pasti banyak kesalahan yang harus diinterospeksi dan diperbaiki lagi ke depannya. Jadi saya dan teman-teman berharap, ke depannya bisa berkembang lagi,” imbuh pemain yang memulai debutnya sebagai kiper Timnas saat memperkuat Timnas U-19 di era pelatih Shin Tae-yong.
Hanya saja, ketika disinggung apakah memiliki keinginan untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia, kiper dengan postur 179 cm ini menjawab secara diplomatis.
“Pasti semua pemain punya target sendiri. Termasuk untuk menjadi pemain Timnas Indonesia lagi.”
“Tapi saya tidak terlalu berharap untuk kesana. Yang penting saya konsisten untuk diri saya sendiri ke depan,” jawab pemain yang memulai karier profesionalnya sebagai kiper PSMS Medan pada 2021 lalu.
Sementara itu dalam pertandingan tandang keduanya tersebut, pemain-pemain Arema memasuki lapangan dengan menggunakan pita hitam yang melingkar di tangan.
Manajemen Arema menyebut, pita hitam itu sebagai tanda duka yang mendalam, atas berpulangnya driver Gojek, Affan Kurniawan. Seusai ditabrak dan dilintas kendaraan taktis milik kepolisian.
“Pita Hitam tersebut, sebagai bentuk kepedulian kami dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini.”
“Kami berbelasungkawa atas korban yang meninggal,” ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Kemudian ketika momen foto tim, 11 pemain Arema FC yang bakal bertanding, juga membentangkan kostum warna putih bernomor punggung 19, milik Achmad Maulana Syarif.
Sebelumnya Achmad Maulana, mendapat vonis untuk mengakhiri musim 2025/2026 ini lebih cepat. Cedera ACL yang diterima ketika Arema mengalahkan Bhayangkara FC, pada Jumat (22/8/2025) lalu, membuat pemain Timnas U-23 Indonesia itu, harus mendapatkan perawatan hingga sembilan bulan ke depan.
“Jersey ini mengisyaratkan, Achmad Maulana akan terus bermain bersama tim.”
“Kamu (Achmad Maulana) akan selalu ada bersama kita, kemana pun Arema bertanding,” tegas Inal, panggilan akrab General Manager Arema. (*/Ra Indrata)