
PERSAHABATAN: Luiz Gustavo ketika mendapatkan pertolongan dari Rosalvo, setelah terjatuh karena dilanggar dalam laga Persijap versus Arema, Sabtu (30/8/2025) kemarin. (Foto: Instagram Persijap)
MALANG POST – Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (30/8/2025) sore, skuadra Singo Edan hanya bisa membawa pulang satu poin.
Di pekan keempat Super League musim 2025/2026, Arema hanya bermain imbang tanpa gol dengan tuan rumah Persijap Jepara.
Ini adalah clean sheet pertama Arema, sepanjang empat laga yang sudah dilakoni. Setelah sebelumnya dalam tiga laga perdana, gawang yang dikawal Adi Satryo, selalu kebobolan.
Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius Santos Goncalves, mengaku puas dengan hasil imbang tersebut. Sekaligus bersyukur karena bisa membawa pulang satu poin. Apalagi hingga laga keempat, timnya belum terkalahkan.
Marcos Santos menilai, dijamu Persijap menjadi laga yang tidak mudah bagi Johan Ahmat Alfarizie dan kawan-kawan.
Apalagi sejak awal, pelatih asal Brasil itu sudah memprediksi, pertandingan akan berlangsung sengit. Persijap dipastikan memberikan perlawanan yang sangat kuat.
“Mereka memang tim tim promosi dari Liga 2. Tapi Persijap mampu tampil bagus dan merepotkan Arema.”
“Ini pertandingan yang sulit. Persijap tim yang bagus. Tim yang kuat, meski mereka baru promosi musim ini. Apalagi mereka mendapatkan motivasi dari dukungan suporternya di stadion,” katanya dalam sesi post match press conference, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (30/8/2025) malam.
Dalam kacamata pelatih 46 tahun ini, Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- tampil dengan motivasi penuh untuk bisa memenangkan pertandingan.
Apalagi di laga sebelumnya, di pekan ketiga Super League, mereka baru saja kalah 1-3 dari Borneo FC. Hingga menempatkan tim yang terakhir bertemu Arema FC pada 2014 lalu, berada di posisi ke-7 dengan lima poin. Dari hasil dua kali seri, sekali menang dan sekali kalah.
“Tidak mudah bagi Arema untuk melakoni away ke Jepara ini. Banyak pemain kami yang tidak bisa tampil. Jadi membawa pulang satu poin, sudah sangat bagus,” tegasnya.
Paling tidak, ada lima pemain utama Arema yang tidak bisa tampil saat lawan Persijap. Mulai dari Arkhan Fikri dan Salim Akbar Tuharea, yang harus membela Timnas U-23 Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2025.
Kemudian defender asal Brasil, Yann Motta Pinto, masih harus absen untuk menjalani sanksi Komdis PSSI, atas kartu merah yang diterima saat dijamu PSIM Yogyakarta. Serta striker utama, Dalberto Luan Belo, yang izin pulang ke Brasil, untuk menemani istri yang baru saja melahirkan.
Defender yang juga wakil kapten Arema FC, Luiz Gustavo, menambahkan, sukses skuadra Singo Edan dengan mampu menahan imbang Persijap, karena pertahanan Arema sangat baik, rapat dan sulit ditembus.
Karena itulah, pertandingan yang disaksikan 5.713 penonton tersebut, menjadi momen pertama Arema mendapatkan clean sheet.
Sebelumnya, rasio kebobolan Arema di Super League 2025-2026 mencapai satu gol perlaga. Namun setelah clean sheet lawan Persijap ini, rasio kebobolan menurun menjadi 0,75 gol perpertandingan.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami mampu bertahan dengan baik.”
“Kami mendapatkan gempuran hebat dari lawan dalam 10-15 menit pertama. Mereka tim tuan rumah yang sangat kuat,” kata pemain asal Brasil ini.
Pemain yang baru bergabung dengan Arema pada musim 2025/2026 ini menganggap, sukses timnya tidak kebobolan bukan disebabkan satu-dua pemain saja. Tetapi seluruh komponen tim turut andil mengamankan gawang Arema. Terutama kiper Adi Satryo yang tampil heroik dengan melakukan enam penyelamatan gemilang.
“Itu adalah hasil imbang yang agresif dan semua orang berjasa dalam hal ini. Semua pemain kami berlari. Semua bermain dengan baik,” tegas pemain bernama lengkap Luiz Gustavo Tavares Conde ini. (*/Ra Indrata)