
WINGER: Ian Puleio Araya yang dipasang di sayap kanan, kehilangan target man yang biasa diisi Dalberto. Menjadikan beberapa umpannya tak bisa dimaksimalkan pemain Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Untuk kali pertama di Super League musim 2024/2025, Arema bermain tanpa bisa mencetak gol. Meski juga untuk kali pertama dalam empat laga perdana, gawang yang dikawal Adi Satryo, berhasil clean sheet.
Dijamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (30/8/2025) sore, Arema berhasil menahan imbang tuan rumah, 0-0.
Kehilangan Dalberto Luan Belo, terlihat jelas skuadra Singo Edan menjadi tumpul. Pemain-pemain yang dalam tiga laga sebelumnya, selalu punya tujuan dalam mengalirkan bola ke depan, kondisi tersebut tidak terlihat dalam laga yang dipimpin Wasit Ginanjar Rahman Latief.
Menempatkan Dedik Setiawan mengisi posisi Dalberto, tidak cukup menjadikan sosok striker asal Brasil itu tergantikan.
Bahkan di sepanjang laga, Dedik tidak membuat satu pun peluang yang berbahaya. Hanya sekali tercatat striker asli Malang itu melepaskan tendangan ke gawang Persijap, yang dikawal Rodrigo Moura dos Nascimento. Itu pun tidak on target.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos pun mengganti Dedik dengan Teuku Razzaa Fachrezi, menit ke-61. Justru gagal total. Pemain 21 tahun itu hanya berlari tak jelas skema mainnya.
Saat injury time, Razzaa terpaksa harus ditarik keluar. Digantikan Anwar Rifai, untuk memperkuat lini belakang. Praktis Razzaa hanya berada di lapangan sekitar 29 menit.
Bermain menggunakan pola 4-3-2-1, Marcos Santos sepertinya berharap alone striker Dedik Setiawan, bisa menjadi eksekutor bagi bola-bola yang disumbang duet pemain sayap, Ian Lucas Puleio dan Paulo ‘Paulinho’ Roberto Moccelin.
Ternyata Persijap sudah mengantisipasi hal tersebut. Ian Puleio dan Paulinho benar-benar tidak diberi ruang untuk bergerak menyisir dari sektor sayap.
Terlebih-lebih dalam 10 menit perdana, tim tuan rumah berjuluk Laskar Kalinyamat itu, membuat Arema tidak bisa bergerak. Gempuran bertubi-tubi datang ke gawang Adi Satryo.
Tapi penampilan kiper 24 tahun itu sungguh moncer. Betapa tidak, dalam waktu 10 menit pertama, kiper yang didatangkan dari PSS Sleman itu melakukan tiga kali penyelamatan yang krusial.
Dua save-nya yang sangat brilian, didukung gerakan refleknya, menjadikan gawang Arema tetap aman. Padahal dua penyelamatan itu dilakukan saat pertandingan baru berjalan di menit ketiga dan keempat.
Di sepanjang laga, paling tidak kiper Timnas Indonesia tersebut, melakukan lima kali penyelamatan gemilang. Termasuk dua bola one on one, yang berhasil di blok. Yakni peluang dari Dicky Kurniawan di menit ke-57, serta peluang di menit ke-85.
Sayangnya permainan menarik dengan jual beli serangan itu, menjadi menurun temponya setelah kedua tim harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-42.
Wasit Ginanjar harus mengusir keluar Alexis Nahuel Gomez dan Roberto ‘Betinho’ Pimenta Vinagre, setelah terlibat saling ‘adu pukul’.
Dalam review on field pada layar VAR, terlihat Betinho saat menghadang Alexis mengambil bola, menggunakan siku kanannya hingga mengenai dagu Alexis.
Merasa terkena sikutan, menjadikan Alexis emosi hingga pemain Persijap nomor punggung 32 itu, memukul muka Betinho dari belakang.
Lewat diskusi lumayan panjang dengan Wasit VAR, Tommi Manggopa, akhirnya Wasit Ginanjar mengusir kedua pemain asing tersebut.
Setelah kedua tim bermain 10 orang, menjadikan laga lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Meski kedua tim melakukan banyak pergantian pemain, tetapi tidak menjadikan keduanya bisa sama-sama menjebol gawang.
Hingga Wasit Ginanjar meniup peluit akhir tanda pertandingan usai, baik Persijap maupun Arema FC, sama-sama tidak mampu mencetak gol. (Ra Indrata)