
MALANG POST – Kolaborasi dan sinergi pentahelix penting dilakukan, termasuk soal riset, sebagai langkah mitigasi bencana di Kota Batu.
Kata Kadiv Kesehatan dan Psikologi Pusat Studi Kebumian dan kebencanaan, Universitas Brawijaya, Dr. Ns. Mukhamad Fathoni, perguruan tinggi berperan penting dalam mengembangkan inovasi yang efektif, efisien dan berbasis digital untuk pengurangan risiko bencana.
Selain itu, Pusat Studi Kebencanaan Universitas Brawijaya telah menjalin kolaborasi dengan BPBD Kota Batu,dalam pemetaan risiko bencana menggunakan teknologi INARIS yang digabungkan dengan Geographic Information System dan teknologi AI.
Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Patah Hariyanto, menambahkan, terkait inovasi mitigasi bencana, pihaknya memiliki dua fungsi utama. Yaitu riset dan inovasi daerah.
“Ada tiga macam inovasi yang bisa dilakukan secara berkelanjutan. Seperti inovasi tata kelola pemerintah dan masyarakat, sebagai langkah menunjang kinerja pemerintah daerah,” kata Patah.
Pihaknya mengapresiasi inovasi yang dikeluarkan BPBD Kota Batu, untuk edukasi mitigasi bencana yang menyasar siswa sekolah jenjang SD sampai SMA.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, menyebut, untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, pihaknya terus melakukan inovasi dalam hal edukasi.
“Salah satu inovasi yang dikeluarkan, dengan merilis edukasi bencana berbasis permainan untuk siswa SD sampai SMA.
“Seperti permainan UNGGANA dan MONTANA, yang dirilis di tahun 2022. Permainan ini dirancang, agar siswa bisa mendapatkan edukasi pengurangan risiko bencana sambil bermain,” tandasnya.
Gatot menjelaskan, pihaknya juga terus memberikan pembinaan pada fasilitator di sekolah, untuk memberikan edukasi kebencanaan untuk para siswa. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)