
MALANG POST – Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Wahyu Ketentreman’ menarik masyarakat Desa Sengguruh Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa (26/8/2025). Prosesi wayang kulit yang dibawakan dalang Ki Purnomo ini menjadi pemuncak hajatan Bersih Desa Sengguruh.
Rangkaian acara Bersih Desa Sengguruh sendiri sengaja dikemas penuh makna dengan berbagai kegiatan sarat nilai dan harapan.
“Bersih Desa kami gelar tak sekadar pelestarian tradisi budaya, melainkan pula diisi kegiatan ritus doa untuk mengais hikmah dan keberkahan bagi seluruh warga masyarakat, saat ini dan anak cucu mendatang,” ungkap Kepala Desa Sengguruh, Jamburi, Selasa (26/8/2025) malam.
Rangkaian kegiatan dilangsungkan sehari penuh, diawali prosesi tabur bunga makam kepala desa dan perangkat Desa Sengguruh terdahulu. Kegiatan ini dirangkai dengan khotmil Qur’an dan kirim doa terhadap para mendiang.
Menurut Jamburi, hal ini dimaksudkan, untuk mendoakan sekaligus meneladani jasa-jasa tokoh pemangku desa bagi masyarakat Desa Sengguruh.

Berikutnya, dilangsungkan acara kirim doa bersama warga masyarakat dusun dari di 3 RW yang ada di Desa Sengguruh, pada sore hari. Dilanjutkan dengan kegiatan serupa, kirim doa dalam rangka bersih atau selamatan desa bersama-sama semua tokoh masyarakat.
Bersih Desa juga tidak hanya diisi hiburan atau hura-hura. Kepedulian untuk turut membahagiakan 26 anak yatim piatu juga dilakukan pemerintah Desa Sengguruh, dengan memberi santunan masing-masing anak mendapatkan Rp 1 juta.
Malam pagelaran wayang kulit Bersih Desa Sengguruh dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, mewakili Bupati Malang HM Sanusi. Hadir juga, Wakapolres Malang Kompol Bayu Halim Nugraha.
Dalam sambutannya, Suwadji mengajak semua warga untuk Desa Sengguruh agar semakin maju dan selalu sukses.
“Desa Sengguruh ini selalu terdepan, pelopor dalam hal keamanan lingkungan dan tata kelola pemerintahan. Semoga bisa terus dipertahankan,” ungkapnya.
Mewakili Bupati Malang, ia juga mengajak semua pihak mempertahankan komitmen satu harapan dan solidaritas, dengan kerukunan dan kekompakan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. (*/Ra Indrata)