
GAYENG: Salah seorang mantan Pekerja Migran Indonesia, saat membagikan pengalamannya di momen Global Talent Mentorship. Menko PM juga ikut memberikan sumbang saran dalam diskusi yang berlangsung cair tersebut. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, hadir langsung membuka Global Talent Day 2025, di Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah, dalam membangun ekosistem pemberdayaan pekerja migran yang terkoordinasi, berkelanjutan dan berorientasi pada daya saing global.
Melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga dan mitra industri, Kemenko PM mendorong pendekatan menyeluruh dalam mempersiapkan calon pekerja migran. Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam hal perlindungan, mentalitas kerja dan pemahaman lintas budaya.
Global Talent Day merupakan bagian dari program nasional Perintis Berdaya, khususnya pilar Berdaya Global, yang dirancang untuk mencetak talenta migran Indonesia yang tangguh menghadapi dinamika pasar kerja internasional.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi workshop, mentorship dan diskusi interaktif. Yang membekali mereka dengan keterampilan kerja, literasi keuangan, kesiapan mental, serta pemahaman terhadap risiko eksploitasi dan jalur kerja ilegal.
“Melalui inisiatif seperti Global Talent Day, pemerintah berkomitmen memastikan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya calon pekerja migran, dibekali dengan perlindungan dan pemberdayaan yang menyeluruh.”
“Fokus kita kini tidak lagi semata pada perlindungan, melainkan pada penguatan kapasitas yang berkelanjutan — bukan hanya untuk pekerja domestik, tetapi juga mendorong lahirnya PMI yang terampil dan mampu bersaing di pasar kerja global,” ujar Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya.
Menko Muhaimin menegaskan pentingnya penguatan tata kelola penempatan tenaga kerja luar negeri.
Ia menekankan bahwa percepatan koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah menjadi hal mendesak untuk memastikan proses migrasi berjalan secara legal dan terlindungi.
“Koordinasi lintas kementerian dan daerah harus dipercepat, terutama dalam menutup celah jalur ilegal dan memastikan setiap calon pekerja migran berangkat melalui skema resmi yang aman dan terpantau. Ini bukan sekadar agenda, tetapi kewajiban negara,” tegasnya.
Bupati Malang, HM. Sanusi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Global Talent Day di Kabupaten Malang.
Ia menyebut, kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah sekaligus memperluas akses terhadap pelatihan dan informasi kerja global.
“Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha dan masyarakat sipil.”
“Kolaborasi ini harus terus dijaga agar ekosistem pemberdayaan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Bupati Sanusi.
Global Talent Mentorship: Belajar dari yang Berpengalaman
Sejumlah mantan Pekerja Migran Indonesia (Eks-PMI), yang kini bertransformasi menjadi talenta global berbagi pengalaman langsung mengenai realita kerja di berbagai negara, tantangan yang dihadapi, serta kiat-kiat bertahan dan berkembang di lingkungan kerja internasional.
Diskusi berlangsung terbuka, dilengkapi sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta menggali informasi dan perspektif secara langsung dari para praktisi lapangan.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya kami untuk mendekatkan informasi dan pendampingan kepada masyarakat, membuka ruang belajar yang relevan, dan memperluas akses terhadap peluang kerja yang lebih layak dan terlindungi.” ucap Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran.
Optimalisasi Talenta Global melalui Penguatan Kerjasama Indonesia-Jepang
Global Talent Day berinisiasi untuk mendorong kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga dalam ekosistem Pekerja Migran Indonesia guna memperluas akses penempatan kerja luar negeri yang legal, aman, dan terlindungi.
Seluruh proses — mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga penempatan — dirancang transparan, memenuhi standar mutu, dan bebas dari praktik percaloan atau jalur ilegal.
Melalui kemitraan strategis dengan Pemerintah Jepang, Indonesia menegaskan visinya untuk memperkuat daya saing talenta lokal di pasar kerja internasional.
Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan formal yang mampu menjawab tantangan yang ada, menghadirkan terobosan baru, dan membuka peluang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk berkiprah di kancah global.
Perpaduan Edukasi, Inspirasi, dan Hiburan untuk Calon Talenta Migran
Kegiatan ini juga diramaikan dengan bazaar UMKM yang menampilkan produk kreatif dari purna PMI dan PMI aktif, menjadi bukti konkret bahwa pekerja migran tidak hanya berkontribusi di luar negeri. Tetapi juga mampu membangun usaha produktif saat kembali ke tanah air.
Sebagai penutup, penampilan komika Nopek Novian menghadirkan hiburan edukatif yang menyegarkan suasana sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting seputar literasi migrasi dengan cara yang ringan dan menghibur.
Global Talent Day 2025 menjadi penanda bahwa strategi pemerintah dalam menjaga pekerja migran kini bergerak lebih jauh: tidak hanya protektif, tetapi proaktif dan transformatif.
Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir. Dari pelatihan hingga jejaring pasca-penempatan. Kemenko PM berharap program ini dapat menjadi model pengembangan talenta migran di berbagai wilayah Indonesia. (*/Ra Indrata)