
Tim World Bank dan perwakilan dari Kementerian Pusat, didampingi DPUPRPKP Kota Malang, melaksanakan survey awal berkaitan usulan DPUPRPKP dalam menangani banjir di Kota Malang, Selasa (15/7/2025). (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
MALANG POST – Komitmen dan keseriusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang menangani banjir, dilirik bank dunia atau world bank, melalui program proyek ketahanan banjir perkotaan nasional (NUFReP).
“Saat ini kami mengusulkan pembiayaannya ke World Bank, untuk menyelesaikan banjir di dua titik lokasi. Yakni Jalan Bondowoso – Tidar dan Jalan Letjen Sutoyo – Jaksa Agung Suprapto. Diperkirakan anggarannya Rp150 miliar,” kata Kepala DPUPRPKP, Dandung Djulharijanto, saat mendampingi Tim Word Bank tinjau lokasi di Hutan Kediri, Kelurahan Gadingkasri, Selasa (15/7/2025).
Untuk bisa mendapatkan bantuan biaya penanganan banjir, pihaknya tengah mempersiapkan persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Diantara yang disiapkan UKL/UPL.
“Tinjauan Tim World Bank hari ini, bagian dari menyesuaikan data yang diajukan dan kondisi fakta di lapangan.”
“Harapan kami penyelesaian persyaratan administrasi secara keseluruhan, bisa terkondisikan dalam waktu dekat,” sambungnya.
Sebelum meninjau kondisi di lapangan, pihaknya di hadapan Tim World Bank telah memaparkan banyak hal. Sehubungan dengan pengajuan permohonan bantuan biaya penanganan banjir perkotaan.
“Harapan kami, nantinya ketika benar-benar mendapatkan bantuan biaya penanganannya, masalah banjir selama ini di kawasan Kelurahan Gadingkasri dan Blimbing bisa terselesaikan. Kami mohon doa restu dari masyarakat Kota Malang,” jelas dia.
Selepas melihat fakta di lapangan, Dandung merasakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan serta perubahan iklim, dibutuhkan peningkatan drainase agar bisa menampung atau memiliki kapasitas lebih besar lagi.
“Untuk itu, dalam penanggulangan dan penanganan banjir, tidak bisa mengandalkan infrastruktur semata. Harus bisa menangani pengelolaan airnya.”
“Contohnya, bagaimana air hujan yang ke permukaan jalan bisa kita serap dan simpan serta alirkan dengan baik.”
“Terlepas dari permasalahan di sosial masyarakat, sambil kita edukasi masyarakat untuk menangani sampah dan perawatan drainase di setiap wilayah kota,” pungkasnya. (Iwan Irawan/Ra Indrata)