
Walikota Malang, Wahyu Hidayat, Wawali Ali Muthohirin, Ketua DPRD, Amithya Ratnanggani S, Ketum KONI Kota Malang, R Djoni Sujatmoko dan Kadisporapar, Baihaqi, berbincang usai pemberangkatan kontingen Kota Malang di ajang Porprov IX Jatim 2025. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Target Kota Malang sebagai ‘juaranya’ Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 terwujud. Juara sesungguhnya di Porprov itu adalah runner up. Bukan juara umum. Sebab, juara umum bertahan dalam 9 kali Porprov Jatim digelar adalah Surabaya. Daerah lain di Jatim rasanya sangat-sangat sulit untuk bisa mengungguli Surabaya.
Terlepas sebutannya ‘juara’ atau runner up, yang jelas prestasi Kota Malang pada Porprov IX 2025 ini sangat luar biasa. Kontingen Kota Malang pada Porprov IX mampu mengukir sejarah. Yaitu, sebanyak 9 kali Porprov Jatim digelar, belum pernah raihan medali emas, perak dan perunggu Kota Malang di atas 100.
Namun pada Porprov IX ini raihan emas Kota Malang sebanyak 136, perak 127 dan perunggu 117. Jika dihitung dalam poin, Kota Malang meraih poin 915. Angka 915 poin ini sudah di atas target 162 emas yang jika dikalibrasi dalam bentuk poin adalah 648 (162×4).
Sedang juara umum bertahan Surabaya meraih 195 emas, 127 perak dan 137 perunggu (1.168 poin). Di urutan ketiga Sidoarjo dengan 87 emas, 87 perak dan 116 perunggu. Kabupaten Malang di posisi keempat dengan 61 emas, 52 perak dan 84 perak. Untuk Kota Batu di posisi 7 dengan meraih 32 emas, 38 perak dan 39 perunggu.
Perjuangan para atlet Kota Malang untuk memenuhi target di masing-masing cabor bisa dibilang luar biasa. Mereka tak henti berjuang mendulang medali hingga hari terakhir Porprov IX pada Sabtu (5/7/2025).
Berdasarkan laporan para Satgas KONI Kota Malang, sejumlah cabor menorehkan prestasi sebagai juara umum. Di antaranya, Billiar, Balap sepeda, Tarung Drajad, dan lainnya.
Prestasi Cabor Billiar benar-benar menakjubkan. Mungkin perolehan medalinya terbanyak. Yaitu, 9 emas, 3 perak dan 4 perunggu.
Balap sepeda hingga akhir laga menyabet 7 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Prestasinya di atas Surabaya dengan raihan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu.
Cabor Tarung Drajad juara umum dengan meraih 5 emas, 6 perak,1 perunggu. Sambil menyabet 3 emas dan 1 perunggu. Angkat berat total 3 emas, 3 perak dan 5 perunggu.
Guna meraih 4 sukses yaitu sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses peningkatan perekonomian dan sukses administrasi pertanggungjawaban, Walikota Malang, Wahyu Hidayat, Wawali Ali Muthohirin bersama Kadisporapar, Baihaqi, tak henti-hentinya menyampaikan 4 sukses itu.
Bahkan untuk sukses prestasi, Walikota Wahyu dan para kepala perangkat daerah selalu turun ke lapangan, mendukung para atlet yang tanding. Mulai awal Porprov IX digelar hingga penutupan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (5/7/2025) malam.
Seluruh lurah dan camat serta ASN maupun masyarakat dikerahkan agar mendukung para atlet yang bertanding.
Ketua Umun KONI Kota Malang, R Djoni Sujatmoko, kepada Malang Post mengatakan, target kita kan runner-up, target medali untuk mengamankan posisi runner-up sesungguhnya 130 emas, 120 perak dan 110 perunggu. Itu sudah aman dalam perhitungan KONI Kota Malang..
Kalau target perolehan emas 162 itu hanya untuk memacu semangat cabor agar terlecut kencang. “Alhamdulillah target runner up terlampaui dan jauh meninggalkan posisi yg ketiga serta lebih mendekati posisi Surabaya,” ujar Djoni.
Kalau dari sisi pertumbuhan perolehan medali, Kota Malang nomor 1 dengan angka pertumbuhan di atas 90 persen. Sedang Surabaya sendiri hanya tumbuh 20 persen.
Kita patut berbangga. Untuk itu.
Melihat angka-angka di atas kita berkeyakinan di Porprov ke 10 tahun 2027, jadinya sangat mungkin kita bisa meraih juara umum, asal kita mempertahankan pola pembinaan yang sudah ada dan terbangun saat ini. Bismillah..
Overall “good job Tim & thanks for everything”.(Eka Nurcahyo)