
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda Sertijab Walikota dan Wawali Malang di Gedung DPRD Kota Malang, Minggu (2/3/2025). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Hingga kini banjir masih menjadi permasalahan di Kota Malang, selain kemacetan arus lalu lintas, pendidikan dan penataan parkir. Setiap musim hujan tiba, terlebih curah hujan dengan intensitas tinggi, sejumlah kawasan di Kota Malang selalu tergenang air.
Ini terjadi karena berbagai faktor. Saluran yang menyempit akibat dari suatu bangunan, budaya buang sampah sembarangan, semakin berkurangnya ruang terbuka hijau, dan lainnya. Sejumlah upaya untuk mengatasi banjir sebebarnya telah juga dilakukan Pemkot Malang. Diantaranya dengan merevitalisasi saluran, pembangunan embung dan pemasangan boxcluvert.
Di antara kawasan yang hingga kini masih tergenang saat musim hujan di antaranya Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Galunggung, Jalan Jupri, dan lainnya. Namun, untuk kawasan Jalan Soehat ada kabar gembira dari Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak.
“Ada kabar gembira. Seperti yang walikota sampaikan, salah satu masalah di Kota Malang adalah banjir. Yaitu, diantaranya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta,” kata Emil Dardak di Sidang Paripurna DPRD Kota Malang dengan agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Walikota dan Wakil Walikota Malang di gedung DPRD Kota Malang, Minggu (2/3/2025).
Terkait ini, Emil Dardak menegaskan bahwa penangan banjir di Jalan Soekarno-Hatta telah masuk dalam progran Pemprov Jatim. Bahkan, program ini juga masuk dalam agenda 100 hari kerjanya, usai ia resmi dilantik bersama Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jatim.
Untuk program ini, Pemprov Jatim juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 32 miliar. “Dalam beberapa minggu ke depan, kita segera fokus bagaimana melaksanakan program dengan alokasi anggaran Rp 32 miliar itu,” ujar Wagub Emil.
Mendengar Kota Malang mendapat kado terindah dari Pemprov Jatim, para undangan di gedung dewan bertepuk tangan.
Dipaparkan Wagub Emil, nantinya di kawasan itu akan dipasang boxculvert sepanjang 1.280 meter. Menurutnya, untuk mengatasi masalah banjir di Kota Malang, tidak bisa langsung diselesaikan satu tahap. Tetapi tahap demi tahap.
Catatan Malang Post, program untuk mengatasi banjir di kawasan Soehat ini dengan membikin boxculvert di tengah taman itu telah diinisiasi saat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang dijabat Ir Hadi Santoso dan Walikota Malang, Sutiaji. Sekitar 6 tahun lalu.
Saat itu Pemprov akan membantu anggaran. Rencananya, genangan di sekitar patung pesawat dan mengalir ke kawasan pemukiman di timur, akan dibuang ke Kali Brantas lewat boxculvert. Taman sepanjang Soehat akan digali untuk boxculvert itu. Namun, hingga kini belum terwujud.
Tak hanya banjir, menurut Emil, ada beberapa hal lain di Kota Malang yang sudah masuk dalam radarnya. Seperti soal kemacetan, penanganan parkir hingga persoalan pendidikan.
Emil menilai, kemacetan di Kota Malang yang terjadi di beberapa titik seharusnya sudah bisa terurai dengan sejumlah skema yang telah dilakukan.
“Seperti (kemacetan) di Sawojajar, di kawasan Madyopuro. Itu kan sudah bisa terurai di sekitar exit tol. Ada pemisah akses antara kendaraan yang ingin ke selatan, tidak bercampur dengan kendaraan yang ada di exit tol Singosari,” jelas Emil.
Terkait kemacetan ini, Emil pun memberi solusi. Misal dengan membangun akses jalan alternatif dari daerah macet menuju tengah kota.
Dalam memaparkan 12 poin arahan Gubernur Khofifah, Wagub Emil juga menyampaikan program ketahanan dan kedaulatan pangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok jelang lebaran.
Menurutnya, untuk ketahanan pangan, Kota Malang wilayahnya tidak luas, sehingga lahan pertanian yang ada sekarang tidak habis karena alih fungsi menjadi pemukiman. Kalau bisa pemukimannya tumbuh vertikal.
“Pak Wali kan alumnus teknik tata kota. Saya yakin sudah jago untuk menata Kota Malang lebih baik,” ujarnya.
Menanggapi kado penanganan banjir di Soehat dari Pemprov, Walikota Malang Wahyu Hidayat, menyambut positif. Apalagi, penanganan banjir juga telah ia garap sejak ia mendapat tugas sebagai Pj Wali Kota Malang.
“Tentunya prioritas ini sudah kita lakukan sejak tahun-tahun kemarin. Tahun ini kita dapat bantuan Rp 32 M, untuk mengatasi banjir. Sehingga kami akan berupaya, sesuai arahan Pak Wagub unruk bisa mehgurangi banjir,” jelas Wahyu.
Sejauh ini, lanjut Wahyu, berbagai persiapan pun juga telah dilakukan. Baik dari sisi administrasi hingga proses pendampingan. Selain banjir, Wahyu mengatakan bahwa untuk menuntaskan permasalahan lain juga perlu mendapatkan suppport dari Pemprov Jawa Timur.
“Beberapa permasalahan juga disoroti mulai macet hingga parkir. Itu juga menjadi salah satu prioritas saya. Penyelesaian masalah tidak boleh dibatasi status administrasi suatu wilayah. Sehingga, kolaborasi juga perlu dibangun dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu,” jelas Wahyu.
Wahyu menjelaskan akan melanjutkan program-program baik yang telah dilakukan Pj Walikota sebelumnya. Program-program mendasar yang bermanfaat bagi masyarakat tentu akan menjadi perhatiannya. Termasuk rencana untuk sidak harga bersama TPID, Selasa (4/3/2025). (Eka Nurcahyo)