
MALANG POST – Tarik ulur seputar kapan kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan, masih terus menjadi perbincangan hangat. Terlebih-lebih pada Jumat (24/1/2025) mendatang, Arema FC bakal kedatangan tamu Persib Bandung.
Banyak pihak berharap, laga di pekan ke-20 itu, bisa berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Karena dari sisi kapasitas stadion dan tingginya tensi laga tersebut, Stadion Kanjuruhan dianggap lebih tepat dibandingkan Stadion Gelora Soepriadi, di Kota Blitar.
Terlebih-lebih, stadion milik Pemkab Malang yang baru saja direnovasi tersebut, sudah selesai pekerjaannya. Bahkan rencananya pada Selasa (21/1/2025) mendatang, Presiden Prabowo Subianto, bakal meresmikan Stadion Kanjuruhan.
Hanya saja, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi memastikan, justru karena diresmikan Presiden Prabowo, menjadikan Arema FC sulit untuk bisa memakai stadion saat menjamu Persib Bandung.
“Waktu tiga hari setelah peresmian, jelas terlalu mepet untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah.”
“Selain itu, ada banyak hal yang perlu diurusi manajemen Arema FC, untuk bisa berkandang lagi di Stadion Kanjuruhan, pasca Tragedi Kanjuruhan,” kata Inal, panggilan akrab General Manager Arema FC.
Pihaknya juga mengakui, menjamu Persib Bandung secara tingkat animo suporter, akan sangat bagus jika digelar di Stadion Kanjuruhan.
Hanya saja, Inal menyebut jika manajemen Arema FC bakal memperhatikan dulu situasi dan kondisi. Serta pertimbangan-pertimbangan lainnya.
Sekalipun secara prinsip, tegasnya, manajemen Arema FC bakal memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan, untuk bisa kembali berkandang di Stadion Kanjuruhan.
“Kami benar-benar ingin sepenuhnya siap, ketika harus menggelar laga kandang di Stadion Kanjuruhan.”
“Karena dengan persiapan yang terburu-buru, justru hanya akan membuat pertandingan lebih berisiko tidak terselenggara dengan baik.”
“Jangan sampai kita kembali ke Stadion Kanjuruhan, dengan perasaan yang grogi karena kurang ini, kurang itu. Kami inginnya semuanya siap sepenuhnya, baru kita kembali ke Stadion Kanjuruhan,” imbuhnya.
Jika melihat kondisi saat ini, Inal memperkirakan paling cepat pada Februari mendatang, Arema FC bakal benar-benar siap untuk memakai Stadion Kanjuruhan. Ketika itu, Arema FC bakal menjamu Bali United dan PSM Makassar.
Sebelumnya diberitakan, renovasi Stadion Kanjuruhan telah rampung 100 persen. Serah terima pun sudah dilakukan. Namun, stadion ini belum akan digunakan Arema FC untuk bertanding dalam waktu dekat.
Renovasi itu sendiri, dikerjakan PT Waskita Karya selaku kontraktor dan selesai akhir Desember 2024 lalu. Bahkan sudah diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Renovasi stadion sudah selesai 100 persen dan telah dilakukan provisional handling over (PSO) atau serah terima kepada Kementerian PU,” terang Manajer Proyek Renovasi Stadion Kanjuruhan dari PT Waskita Karya, Vino Teguh Pramudya.
Pengerjaan landscape dan monumen, katanya, juga telah selesai seluruhnya, dengan tambahan tugu monumen Tragedi Kanjuruhan dan plasa.
Vino menambahkan, Stadion Kanjuruhan sebenarnya sudah bisa digunakan kapan saja. Asalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menandatangani BA serah terima.
Untuk saat ini, tanggung jawab Stadion Kanjuruhan masih berada di bawah Kementerian PU. Meski demikian, stadion ini sudah boleh dipakai, termasuk oleh Arema FC.
Namun, klub berjuluk Singo Edan kabarnya belum akan menggunakan stadion ini. Mereka masih akan berkandang di Stadion Soeprijadi di Kota Blitar, untuk mengarungi kompetisi karena harus ada proses yang perlu dilalui jika hendak bermarkas di Stadion Kanjuruhan lagi.
“Pihak Pemkab Malang sebenarnya telah memberikan lampu hijau kepada kami untuk menggunakan stadion. Namun, ada sejumlah persyaratan, termasuk sistem baru tentang bagaimana cara menonton di stadion ini,” ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, beberapa waktu lalu. (*/Ra Indrata)