Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Tak Boleh Mudik, Boleh Wisata di Wilayah Aglomerasi

AMEG – Kawasan Malang Raya serta Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo, masuk dalam Rayon 2 aglomerasi penyekatan mudik. Selama peniadaan mudik, masyarakat masih diperbolehkan untuk melakukan mobilitas.

Contoh mobilitas itu, melakukan kunjungan wisata. Sedangkan untuk aktifitas mudik di wilayah aglomerasi tersebut, secara tegas tetap dilarang.

Baca Juga ----------------------------

Kasat Lantas Polres Batu, AKP Indah Citra Fitriani menjelaskan, masyarakat perlu memahami  rangkaian kegiatan larangan mudik. Yang di bagi dalam tiga tahapan.

“Tahap pertama tanggal 22 April – 5 Mei 2021 itu, dilakukan pengetatan mudik. Kriterianya dari beberapa wilayah masih diperkenankan masuk. Namun tujuannya tidak untuk mudik,” kata Indah kepada ameg.id, Rabu (5/5/2021).

Sedangkan untuk kegiatan berwisata atau menjenguk keluarga dan kepentingan mendesak lainnya, katanya, masih diperbolehkan. Dengan catatan harus membawa surat bebas Covid-19 seperti Swab PCR ataupun Antigen.

Selanjutnya mulai 6-17 Mei 2021 masuk dalam tahapan peniadaan mudik. Sehingga pada tanggal itu masyarakat tidak diperbolehkan mudik sama sekali. Sedangkan untuk wilayah aglomerasi, pada tanggal tersebut masih boleh ada pergerakan masyarakat. Namun tidak untuk mudik.

“Contohnya jika ada masyarakat dari Pasuruan ingin ke Kota Batu, masih diperbolehkan. Selama itu tidak mudik. Namun mereka tetap harus membawa surat keterangan bebas Covid-19,“ jelasnya. Sedangkan untuk yang diluar rayon aglomerasi, pada tanggal tersebut tidak boleh masuk.

Kemudian di tahap ke tiga, pasca mudik pada tanggal 18-24 Mei 2021. Akan dilakukan kembali pengetatan pasca mudik, dengan tetap dilakukan pemeriksaan. Contohnya seperti kelengkapan surat bebas Covid-19. Selain itu, pada tahap tersebut kendaraan dari luar wilayah aglomerasi, sudah diperbolehkan bergerak.

Dijelaskan, untuk kegiatan wisata pada 6-17 Mei 2021, sesuai instruksi Kementerian Pariwisata, tempat wisata masih akan tetap buka dan diperbolehkan buka. Namun untuk kapasitas hanya 50 persen.

“Selain itu, tempat wisata wajib ada posko untuk menyaring pengunjung yang masuk. Apakah pengunjung tersebut membawa surat bebas Covid-19 atau tidak,” katanya. Pada intinya pada tanggal 6-17 Mei tempat wisata tetap buka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Disisi lain, karena jumlah pos pengaman terbatas dan pemudik masih dimungkinkan melintas lewat jalan tikus, daerah pun sudah menyiapkan segala antisipasinya.

Kata Indah, saat ini sudah ada sembilan titik penyekatan provinsi dan 20 titik penyekatan antar rayon. Untuk Kota Batu karena berbatasan langsung dengan Kediri, dilakukan penyekatan di Pos Kandangan dengan menurunkan personil gabungan dari Polres Batu dan Kediri.

“Untuk pos penyekatan akan ada di Kambal, Ngantang. Untuk menyaring pemudik dari Blitar dan pemudik yang lolos dari Pos Kandangan,” katanya.

Sedangkan dari arah Malang, nanti sudah ada penyekatan di exit tol Kabupaten Malang. Namun ketika ada kendaraan yang lolos, masih ada titik penyekatan lagi di Pos Pendem. Apabila tak bisa menunjukkan dokumen yang telah ditetapkan. Maka akan langsung disuruh untuk putar balik.

“Kami akan terus berupaya meminimalisir pemudik lewat jalan tikus. Oleh karena itu, kami akan memaksimalkan tim urai dan posko-posko yang telah disiapkan. Untuk memantau wilayah wisata dan titik rawan kemacetan serta jalan tikus,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengidentifikasi masyarakat yang ingin mudik atau berwisata, pihaknya akan melihat terlebih dahulu dari intensitas barang yang dibawa. Karena jika masyarakat ingin mudik secara otomatis akan membawa banyak barang. Sedangkan untuk yang ingin berwisata mereka hanya membawa barang sedikit. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post –  Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, melakukan pembenahan dinding penahan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung....

Kuliner

Malang Post —  Pasar Numplek masuk Atria Hotel Malang. Masyarakat bisa melihat dan mendapatkan mulai Oktober hingga November 2021. Beragam makanan dan jajanan pasar...

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post —  Setelah mendapat restu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengusulkan dua puluhan...

headline

Malang Post – Turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batu. Dari level 3 menjadi 2 versi Inmendagri menjadi angin segar bagi seluruh...

Malang Raya

Malang Post — Naik dokar dari rumah dinas, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko bersama putri bungsunya, Raras Rumpoko, jalan-jalan di Alun-alun Kota Batu, Senin (18/10/2021) sore....

Wisata

Malang Post — Melanjutkan keberhasilannya tahun kemarin, The Singhasari Resort & Convention meraih penghargaan internasional. Kali ini dari Haute Grandeur Global Hotel 2021, kategori Best Mountain Resort in...

headline

Wujudkan Harapan Warga, Dorong Indonesia Bangkit Malang Post – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meraskan sendiri menginap di home stay Desa...