
Foto Ilustrasi
Aplikasi TikTok, tahun 2016 aplikasi TikTok pertama kali luncurkan di negara China, Zhang Yiming pendiri aplikasi TikTok mempunyai keinginan untuk membuat platform dengan konsep yang baru dengan menyediakan aplikasi hiburan melalui video pendek. awal kemunculan hanya dikenal sebagai platform untuk membuat konten hiburan, mulai dari video lucu, lipsync, menari, dan sebagainya.
Zhang Yiming sebagai pendiri aplikasi TikTok kini sukses dengan keberhasialnya mencakup pengguna sebanyak 154 negara di seluruh dunia dengan 800 juta pengguna aktif setiap harinya. Di India, ada lebih dari 119 juta pengguna aktif dengan catatan pengunduhan sebanyak 277,6 juta kali. Sementera di China, pengguna yang menggunakan aplikasi ini secara rutin tercatat sebanyak 400 juta orang. mencakup sebanyak 500 juta pengguna aktif yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan menjadikannya ia sebagai orang terkaya di dunia dengan total kekayaan sebesar USD16,2 miliar atau setara dengan (Rp.240 triliun).
Dengan suksesnya aplikasi TikTok yang banyak diunduh di seluruh dunia, TikTok juga berhasil meningkatkan penghasilan, pada tahun 2018 TikTok mendapatkan US$ 3.5 juta per bulan dari pembelian dalam aplikasi, seperti emoji dan hadiah digital. Dengan berhasilnya aplikasi TikTok dengan total 800 juta pengguna aktif. TikTok mempunyai popularisasi setara dengan platform lainnya seperti Facebook dan YouTube.
Jika kita flashback ke 10 tahun ke belakang media baru yang diminati oleh semua kalangan yang ada di Indonesia maupun seluruh dunia yaitu YouTube. Pada tahun 2005 video pertama yang diluncurkan di YouTube berjudul “me at the zoo” hingga sekarang masih bisa di tonton di aplikasi YouTube dan sudah mencapai 130 juta lebih penayangan. Di Indonesia sendiri YouTube mulai banyak diminati ketika memasuki tahun 2014 dengan munculnya beberapa content creator seperti contoh Tim2One, Bayu Skak, Reza Oktovian, Edho Zell, Raditya Dika dan masih banyak lagi. Tujuan awal dari content creator Indonesia memilih aplikasi YouTube karena menyediakan tempat untuk memperlihatkan bakat yang dikuasai di bidang masing-masing seperti editing video, tutorial game, dan video sketsa komedi.
Tahun 2018 aplikasi TikTok ramai dibicarakan di Indonesia dengan adanya salah satu content creator TikTok yang bernama Bowo. Bowo ramai diperbincangkan di berbagai media sosial seperti Instagram, Twitter, dan YouTube dengan video jogetnya dengan berbagai transisi dengan hanya menggunakan handphone, video joget bowo dengan berbagai transisi ternyata diminati oleh kalangan wanita remaja dan mendapatkan respon yang baik ketika bowo rajin mengupload video joget pada aplikasi TikTok.
Nama bowo pun semakin di kenal di berbagai daerah di Indonesia sehingga mendapatkan followers di media sosialnya meningkat drastis, ternyata dengan meningkatnya followers di media sosial banyak brand yang ingin menggunakan jasa bowo untuk paid promote atau Bahasa lainnya yaitu mempromosikan barang di media sosial pribadinya. Dengan menerima paid promote ternyata dapat memberikan banyak keuntungan berupa fee atau uang yang banyak ketika mendapatkan paid promote. Dari paid promote yang didapatkan ternyata dapat menghidupi bowo untuk membayar sekolahnya dengan uang sendiri dan bisa membeli barang kebutuhan lainnya seperti handphone, laptop, sepeda motor, bahkan bowo bisa membantu kedua orang tuanya untuk membangun rumah.
Berbeda dengan tahun 2018 aplikasi TikTok yang dikenal dengan aplikasi hiburan joget-joret pada tahun 2020 TikTok menjadi platform dengan berbagai macam kategori tidak hanya video hiburan dengan joget-joget akan tetapi TikTok berubah dengan banyaknya content creator yang mengunggah video kreatif seperti contoh konten edukasi, tutorial masak, tutorial make up, video challenge, belajar bahsa inggris, belajar matematika, video editing dan masih banyak lagi.
Berubahnya isi pada aplikasi ini menyebabkan banyaknya pengguna baru untuk mendownload aplikasi ini untuk berbagai tujuan. Kalangan remaja Indonesia sangat meminati aplikasi ini dengan isi yang ditawarkan kepada pengguna barunya rata-rata remaja Indonesia menggunakan aplikasi TikTok untuk membuat video challenge dengan temannya untuk mengisi waktu luang.
Tidak hanya remaja Indonesia yang mendownload aplikasi TikTok, influencer Instagram juga berbondong-bondung untuk mendownload aplikasi ini untuk mendapatkan engagement yang lebih luas. Para Influencer juga memberikan konten yang inovatif untuk dibagikan kepada pengikutnya dan banyak influencer juga membuat video challenge hiburan kepada pengikutnya untuk bisa berduet dengan dirinya.
Seperti yang kita tahu sekarang banyak negara yang terkena dampak dari pandemi covid-19 yang terjadi termasuk Indonesia mengakibatkan masyarakat untuk menghindari kerumunan, dan banyak menghabiskan kegiatan dirumah seperti bekerja,sekolah, dan masih banyak lagi. Dampak dari pandemic covid-19 ini salah satunya banyak orang kehilangan pekerjaan tetapnya karena perusahaan tidak sanggup membayar penuh gaji kepada semua karyawannya, aplikasi TikTok ternyata dapat memberikan wadah kepada pengguna baronya untuk mempromosikan kemampuan pribadinya untuk dapat lebih dikenal dan bisa digunakan jasanya seperti web desain, maupun mempromosikan akun online shopnya untuk disebarluaskan dengan aplikasi ini.
TikTok menjadi media baru kepada semua penggunanya, banyak yang bergantung kepada aplikasi ini untuk mendapatkan uang, TikTok berhasil menarik pengguna yang sangat banyak dengan menawarkan platform yang simple yang mudah digunakan oleh semua orang dan mempunyai banyak macam isi yang ditawarkan. Akan tetapi kita juga sebagai pengguna harus bisa memilih isi yang terdapat di beranda akun kita untuk benar-benar memunculkan video pendek yang membuat kita mendapatkan ilmu-ilmu baru dan kita sebagai pengguna aplikasi ini bisa memberikan informasi yang positif tidak merugikan atau menyinggung orang lain.

Penulis : Falentino Rossie
( Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Komunikasi )