
Harian DIs Way Malang Post
Malang – Lanjutan kompetisi dengan titel baru Liga 1 2020/2021, dalam hitungan dua bulan depan atau awal Februari 2021, direncanakan mulai digelar. Diikuti 18 tim. 15 tim eks Liga 1 2019 dan tiga tim promosi dari Liga 2 2019. Persik Kediri, Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh.
Hanya saja hingga saat ini, masih terus berkembang rumor terkait format kompetisi. Meski beberapa klub -termasuk Arema FC- tetap meminta menggunakan sistem double round-robin satu wilayah. Alias satu kompetisi penuh home and away. Kontestan juga menolak menggunakan round-robin atau setengah kompetisi (home tournament) atau tak lagi dipusatkan di Pulau Jawa. Ke 18 tim tetap berkandang di kotanya masing-masing.
Sejauh ini, meski teka-teki kapan kick off lanjutan kompetisi sudah ditentukan PSSI bersama PT LIB, pada Februari 2021 dan berakhir Juli 2021, dengan titel kompetisi Liga 1 2020/2021. Namun PT LIB kini sedang mencari format kompetisi yang tepat untuk diterapkan. Ada dua format kompetisi yang disiapkan oleh operator liga. Sistem full kompetisi atau dibagi menjadi dua wilayah.
‘’Saat ini kami masih belum bisa memutuskan (format kompetisi). Masih banyak pertimbangan. Salah satunya karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 pada Mei-Juni 2021. Jika kami menginginkan full kompetisi, nanti akan bentrok dengan Piala Dunia pada Mei-Juni 2021. Ditunggu saja perkembangannya, saat kami memutuskan soal format kompetisi,’’ ungkap Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.
Kompetisi domestik di Tanah Air sendiri, sejak dimulai tahun 1994 atau dalam 25 tahun terakhir, sepanjang 24 musim kompetisi, pernah mennggunakan format dua wilayah (barat dan timur) dalam sembilan musim.
Satu wilayah dalam 12 musim dan sisanya dua musim, Liga Indonesia 1998/1999 dalam lima grup A, B, C, D, serta Liga Indonesia 1997/1998 tiga wilayah Barat, Tengah, dan Timur.
Jika tetap satu wilayah, tentu saja kendala utama adalah geografis Indonesia. emiliki total luas daratan dan perairan 2.001.648,97 kilometer persegi. Atau sepanjang 5.460,65 kilometer, dari barat ke timur. Panjang garis pantai 99.093 kilometer.
Jika menjadi dua wilayah, maka jarak tempuh pergi-pulang setiap tim dalam 16 laga -jika peserta tetap 18 tim atau sembilan tim setiap wilayah- bisa dipangkas hampir 50 persen. Termasuk biaya operasional.
Namun Arema FC, salah satu dari 18 kontestan Liga 1 2020, lebih memilih konsisten Liga 1 tetap menggunakan format satu wilayah. Dengan segala konsekuensinya. Mulai dari biaya operasional, peak performance tim, hingga recovery minim. Tim besutan pelatih Carlos Carvalho de Oliveira tersebut, kembali harus lakukan ‘Tour Nusantara’ pergi-pulang ke 17 kandang tim lainnya.
‘’Jika PSSI dan PT LIB melanjutkan Liga 1 pada Februari 2021 nanti, format kompetisi tak perlu diubah, semua 18 tim kembali berlaga di kandangnya sendiri-sendiri. Format kompetisi tetap menggunakan sistem kompetisi penuh home and away. Kami berharap kondisi pandemi virus corona, mayoritas daerah di Indonesia sudah dalam status zona hijau. Jadi semua tim-tim luar Pulau Jawa, tentu bisa kembali ke kandangnya di kotanya masing-masing. Jadi tak perlu lagi dipusatkan di Pulau Jawa,’’ ujar Manajer tim Arema FC, Ruddy Widodo.
Boleh jadi kompetisi Liga 1 2020 terberat, paling melelahkan dan terpanjang dalam hitungan jarak tempuh kilometer dan waktu di dunia. Konsisten dengan pilihan satu wilayah, dengan catatan belum ditentukan apakah menggunakan model laga satu-dua home dan satu-dua away.
Dalam satu musim, tim Singo Edan harus melahap 16.169,67 kilometer untuk 17 laga away sekali jalan. Setara dengan jarak dari Malang ke Houston (Texas, AS) 16.211 kilometer. Atau hampir sama jarak dari London (Inggris) menuju Melbourne (Australia) 16.893 kilometer.
Total away yang harus dijalani Arema pergi pulang dari Malang, ke satu kandang lawan dan kemudian kembali ke Malang, adalah 32.3339,34 kilometer. Terjauh ke kandang Persipura Jayapura (Jayapura, Papua) 3.697,20 kilometer dan Persiraja Kota Raja (Banda Aceh, NAD) 3.330,30 kilometer. Terdekat away ke kandang Persebaya Surabaya (Surabaya) 94,60 kilometer dan Persik Kediri (Kediri) 105,44 kilometer.
Bandingkan dengan FC Barcelona, klub yang berkandang di Camp Nou, Barcelona, Catalonia, Spanyol dalam kompetisi Primera División atau La Liga yang diikuti 20 tim. Lionel Messi dan kawan-kawan, dalam satu musim cukup melakoni laga away ke 19 kadang lawannya sejauh 9.003,89 kilometer sekali jalan. Atau 18.007,78 kilometer total away pergi-pulang.
Terjauh ke kandang Celta Vigo di Vigo 901.91 kilometer dan terdekat tandang ke kandang RCD Espanyol, Estadi Cornellà-El Prat 5,52 kilometer dari Camp Nou. Masih berlokasi di Barcelona, Catalonia.
Namun kendala lain tentu ada. Seperti format satu wilayah pada Liga 1 2019, 2018, dan 2017 kerap meleset dari rencana skema semula, sekaligus dua home dan dua away. Banyak tim-tim memainkan satu home dan satu away, bahkan ada yang harus berlaga tiga home atau tiga away sekaligus.
Liga 1 2020 atau Liga 1 2020/2021 sendiri, ada 16 bahkan 20 kota tandang bagi Arema. Mulai dari Bangkalan, Surabaya, Lamongan, Kediri, Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Sleman, Tangerang, Gianyar, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Banda Aceh, Jayapura, Pamekasan, Bekasi, Martapura hingga Sidoarjo. (act/rdt)
Perbandingan Arema FC – FC Barcelona
Arema FC (Liga 1 2020, 18 tim)
Total away sekali jalan : 16.169,67 kilometer
Total away pergi-pulang : 32.3339,34 kilometer
FC Barcelona (La Liga, Spanyol, 20 tim)
Total away sekali jalan : 9.003,89 kilometer
Total away pergi-pulang : 18.007,78 kilometer
Total Away Arema FC sekali jalan : 16.169,67 kilometer
Madura United (Bangkalan, Madura, Jawa Timur) 130,75 kilometer
Persebaya Surabaya (Surabaya, Jawa Timur) 94,60 kilometer
Persela Lamongan (Lamongan, Jawa Timur) 133,90 kilometer
Persik Kediri (Kediri, Jawa Timur) 105,44 kilometer
Persib Bandung (Bandung, Jawa Barat) 840,15 kilometer
TIRA-Persikabo (Bogor, Jawa Barat) 880,30 kilometer
Persija Jakarta (Jakarta) 848,10 kilometer
Bhayangkara FC (Jakarta) 848,10 kilometer
PSIS Semarang (Semarang, Jawa Tengah) 418,26 kilometer
PSS Sleman (Sleman, Yogyakarta) 390,40 kilometer
Persita Tangerang (Tangerang, Banten) 444,40 kilometer
Bali United (Gianyar, Bali) 465,10 kilometer
Barito Putera (Banjarmasin, Kalimantan Selatan) 1.053,07 kilometer
Borneo FC (Samarinda, Kalimantan Timur) 1.575,20 kilometer
PSM Makassar (Makassar, Sulawesi Selatan) 914,40kilometer
Persiraja Kota Raja (Banda Aceh, NAD) 3.330,30 kilometer
Persipura Jayapura (Jayapura, Papua) 3.697,20 kilometer