Ikon Kuda Troya Tempat Selfie Favorit


Malang Post,
Masuk ke lokasi BJBR, mata pengunjung pasti sudah akan tertuju pada sebuah patung kuda terbuat dari kayu yang terletak di ujung lintasan. Itulah ikon paling menarik dari BJBR Probolinggo.
Ikon patung kuda yang menjulang tinggi dikawasan wisata BJBR Probolinggo ini bernama Kuda Cipta Wilaha. Patung kuda ini terinspirasi dari legenda kuda troya pada zaman Yunani Kuno, terletak sebelah timur ujung bungalow BJBR yang berkapasitas maksimal 30 Orang.
Di ikon ini pengunjung juga bisa naik di leher dan punggung Kuda Cipta Wilaha secara bergantian untuk berselfie ria bersama keluarga maupun pasangan dengan latar pasang surut pantura dan view hutan bakau yang eksotik.
Untuk bisa berfoto di ikon dan menaiki patung ini pengunjung harus merogoh kocek lagi. Yakni sebesar Rp 10 ribu per orangnya. Akan tetapi spot kuda ini memang sangat bagus bagi pengunjung yang berburu foto ciamik untuk diposting di akun media sosial manapun.
Selain ikon patung kuda ini, BJBR juga memberikan ikon-ikon lain yang sanbat pas dijadikan spot selfie. Seperti simbol BJBR, Mushola Nurul Bahar, Gembok Cinta sampai hamparan hijau hutan bakau di sekelilingnya.
Tidak hanya itus aja, semakin hari BJBR makin menambah fasilitasnya. Kini, sudah ada penginapan yang bisa disewa untuk langsung menikmati sunrise dan wangi laut secara bersamaan. Resort BJBR ini menyediakan kamar junior, suite, dan juga bungalow untuk keluarga.
Desainnya yang terbuat dari kayu-kayu ini membuat rasa pantai menjadi semakin kental. Bagi tamu yang menginap, tentu saja mendapat akses gratis untuk keluar masuk BJBR dan seluruh arena bermain. (ica/nda)

Menikmati Keunikan Desa Adat yang Tetap Terjaga

 
Tidak hanya Kota Malang saja yang memiliki kampung-kampung unik. Di pulau dewata yang terkenal dengan daya tarik wisata alam pantainya, Pulau Bali  memilik sebuah kampung atau desa yang unik yang tetap menjaga budaya dan adat istiadarnya, yakni Desa Penglipuran Bangli.
Desa Penglipuran merupakan salah satu desa yang menjadi objek wisata favorit pelancong di wilayah Bali Timur. Desa ini sangat pas bagi siapapun wisatawan yang ingin menikmati sejuknya alam dan kentalnya adat desa asli penduduk Bali. Bali tidak hanya menyuguhkan objek wisata berupa pantai atau wisata alam itu saja, namun juga wisata kebudayaan dan adat Bali yang sangat kental dan patut kita kunjungi.

Tidak Mengenal Ngaben, Larang Poligami

 
Memasuki kawasan desa ini, disuguhkan suasana yang amat sejuk dan segar, itu karena kawasan ini berada 700 meter diatas permukaan air laut. Selain karena itu, desa ini sejuk dikarenakan tidak ditemukannya polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor di kawasan Desa Penglipuran. Tata ruang dari Desa Penglipuran pun unik. Desa ini memiliki penataan dan penglompokan sendiri dari ruang-ruang desa yang ada. Di bagian utara desa dengan letaknya yang lebih tinggi dari rumah penduduk terdapat  pura desa yang disebut Pura Penataran. 
“Paling tinggi tempatnya pura desa. Lalu dibagian tengah desa yang letaknya di bawah pura adalah tempatnya penduduk,” terang perempuan kelahiran Padang, Sumatera Barat ini. 

Berita Terkait

Berita Lainnya :