SMPN 1 dan SMPN 3 Warisan Pemerintah Belanda


Selain bangunan SMA, ada juga beberapa bangunan Sekolah Dasar (SD) dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang juga memiliki rekam jejak sejarah. Seperti SMP Negeri 1 Malang, yang dibangun pada tahun 1927. Sekolah tersebut diadakan khusus untuk anak-anak Belanda yang saat itu tinggal di sekitar Jalan Ijen, Merapi, Semeru dan Jalan Buring.
“Waktu itu, nama sekolahnya adalah ELS (Europes Lager School) atau sekolah Belanda,” terang Agung H Buana, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang.
Namun, ketika masa penjajahan Jepang, sekitar tahun 1942-1945, gedung tersebut sempat digunakan sebagai rumah sakit darurat.
“Kemudian, pada tahun 1945, menjadi sekolah Recomba yang para siswanya adalah sebagian dari TRIP,” kata dia.
Selanjutnya, ada SMP Negeri 3 Malang yang dibangun pada tahun 1950 dengan nama MULO Wilhelmina.
“Kemudian pada tahun 1960 menjadi SMPN 3 dengan semboyan Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka),” kata dia.
Setelah itu, ada juga SDK Sang Timur yang dibangun pada tahun 1957 oleh seorang suster. Ia sangat peduli degan anak-anak miskin dan terlantar yang betul-betul membutuhkan pendidikan. “Kemudian, pada tahun 1967, dibangun SMPK Sang Timur yang hanya menerima siswi putri saja. Kemudian, pada tahun 1977, sekolah tersebut menerima siswa laki-lakl,” kata dia.
Sedangkan untuk SMPK Cor Jesu dibangun sekitar tahun 1936. “Dalam bahasa latin, sekolah tersebut berarti Hati Kudus Yesus. Sehingga menjadi sekolah katolik sampai saat ini,” kata dia.(tea/oci)

Berita Lainnya :