Saat Menari, Badan Ringan Seperti Kerasukan


MALANG - kesakralan Hutan Pinus Semeru (HPS) tak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar. Melainkan juga dirasakan oleh para pelaku kesenian tradisional, seperti penari, jaranan, Bantengan dan reog Ponorogo. Mereka acap kali melakukan atraksi di tempat wisata yang ada di Dusun Arjosari Desa Sumberputih Kecamatan Wajak tersebut. Lantaran banyak kegiatan kepariwisataan serta kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang maupun pihak lain di tempat tersebut.
Salah seorang penari Topeng Malangan bernama Haryanto mengatakan, saat kali pertama menari di tempat itu pada suatu acara, dirinya mengaku merasakan tingkat kesakralan sangat tinggi. “Badan terasa ringan, saya seperti kerasukan. Namun, saat itu saya masih sadar,” ujarnya. Dia mengatakan, karena kesakralan itulah, secara rutin dia melakukan latihan menari di tempat tersebut. Karena menurutnya, HPS tempat yang cocok untuk latihan menari.
“Namanya menari tradisional, ada unsur kesakralannya. Karena ini merupakan peningalan leluhur. Apalagi yang saya tarikan ini tari topeng khas Malangan,” katanya. Dari berbagai tempat dia menari, pernah merasakan kesakralan. Namun, dia merasakan keskaralan sangat tinggi ketika menari di tempat ini.
“Maka dari itu, tempat ini saya gunakan sebagai latihan. Karena bagus juga saat latihan dan menari menyatu dengan alam,” katanya. Dia juga mengajak seluruh anak didiknya untuk berlatih menari di tempat tersebut. Selain menari, dia juga mengajarkan kepada mereka kecintaan terhadap alam.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sumberputih Bambang Poernomo mengaku tempat itu biasa digunakan untuk berbagai pertunjukan kesenian tradisional. “Seperti tari topeng khas Malangan, bantengan, jaranan, reog Ponorogo bahkan Sakeraan ditampilkan di HPS,” kata dia.
Dia melanjutkan, sudah menjadi kebiasaan untuk menampilkan kesenian tradisional di tempat tersebut di berbagai event. “Berbagai kegiatan asalkan positif kami persilahkan untuk digelar di tempat ini. Selain ritual Suroan, kami juga mempersilahkan di tempat ini untuk digelar berbagai kesenian tradisional,” jelasnya.(big/lim)

Berita Lainnya :

loading...